CEDIS Gelar Diskusi Bertajuk Muhammadiyah dan Perdamaian

CEDIS Gelar Diskusi Bertajuk Muhammadiyah dan Perdamaian - inilah.com
Center For Development and International Studies Menggelar diskusi bertajuk “Muhammadiyah dan Perdamaian Dunia: Strategi Mewujudkan Perdamaian di Asia Tenggara”, secara daring di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (30/8).Pada diskusi tersebut hadir ketua Program Magister Ilmu Hubungan Internasional UMY Dr. Surwando, dan Dr. Sudibyo Markus, selaku Wakil Ketua Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah. Kedua pembicara tersebut memiliki kompetensi dalam persoalan kemanusiaan dan perdamaian dunia.Tajuk tentang perdamaian dunia ini dipilih untuk mengangkat kembali wacana tantangan kemanusian dan perdamaian yang dilakukan oleh Muhammadiyah baik ditingkat regional hingga internasional.

“Upaya Muhammadiyah dalam Mewujudkan perdamaian dunia tentunya bukan hanya angan angan semata, hal ini sudah berjalan lama dan wajib untuk terus ditingkatkan. Selain penting untuk internasionalisasi Muhammadiyah dan gerakanya, hal ini juga sangat penting sebagai ijtihad kita dalam membumikan nilai nilai Islam yang luhur.” Ujar Dr. Sudibyo Markus dalam membuka diskusi siang itu.

Dr. Sudibyo Markus juga melanjutkan, bahwa Muhammadiyah perlu untuk bermitra dengan lembaga yang fokus terhadap isu kemanusiaan dan perdamaian, guna memperkuat gerakan agar lebih dinamis. Menurutnya hari ini, selain berhadapan dengan ekspansi ideologi ekstremis yang melahirkan tindakan teror kekerasan, tantangan dalam isu kemanusiaan dan perdamaian lebih kompleks, tantangan itu dijelaskanya seperti kerusakan alam atau keseimbangan ekologi, kerusakan sosial, dan pengaruh politik global.

Utamanya dalam isu ideologi ekstremis dan tindakan terorisme, Muhammadiyah telah gencar mengenalkan prinsip Wasathiyah (umatan wasathan), atau yang lebih akrab dengan istilah moderat. Prinsip hidup yang wasathan atau tengahan tersebut diharap mampu menjadi pedoman hidup setiap individu agar tidak terjebak dalam ideologi yang ekstrem.

Selanjutnya, Dr. Surwandono menambahkan upaya kerja pada isu kemanusiaan dan perdamaian dalam perspektif manajemen konflik dan perdamain. “Strategi atau upaya perdamaian dapat dilakukan pada tataran komunikasi, negosiasi, intervensi, dan reduksi mis-trust.” Jelas Dr. Surwandono.

Kali lain, Zain Maulana, Ph.D selaku direktur CEDIS menambahkan, berencana kegiatan lanjutan berupa workshop dan short Course bertemakan kemanusiaan dan perdamaian.(RND)
Baca juga  Presiden Jokowi: Muhammadiyah Menunjukkan Contoh Kesalehan Sosial

Tinggalkan Komentar

CEDIS Gelar Diskusi Bertajuk Muhammadiyah dan Perdamaian

CEDIS Gelar Diskusi Bertajuk Muhammadiyah dan Perdamaian - inilah.com
Center For Development and International Studies Menggelar diskusi bertajuk “Muhammadiyah dan Perdamaian Dunia: Strategi Mewujudkan Perdamaian di Asia Tenggara”, secara daring di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (30/8).
Pada diskusi tersebut hadir ketua Program Magister Ilmu Hubungan Internasional UMY Dr. Surwando, dan Dr. Sudibyo Markus, selaku Wakil Ketua Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah. Kedua pembicara tersebut memiliki kompetensi dalam persoalan kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Tajuk tentang perdamaian dunia ini dipilih untuk mengangkat kembali wacana tantangan kemanusian dan perdamaian yang dilakukan oleh Muhammadiyah baik ditingkat regional hingga internasional.“Upaya Muhammadiyah dalam Mewujudkan perdamaian dunia tentunya bukan hanya angan angan semata, hal ini sudah berjalan lama dan wajib untuk terus ditingkatkan. Selain penting untuk internasionalisasi Muhammadiyah dan gerakanya, hal ini juga sangat penting sebagai ijtihad kita dalam membumikan nilai nilai Islam yang luhur.” Ujar Dr. Sudibyo Markus dalam membuka diskusi siang itu.

Dr. Sudibyo Markus juga melanjutkan, bahwa Muhammadiyah perlu untuk bermitra dengan lembaga yang fokus terhadap isu kemanusiaan dan perdamaian, guna memperkuat gerakan agar lebih dinamis. Menurutnya hari ini, selain berhadapan dengan ekspansi ideologi ekstremis yang melahirkan tindakan teror kekerasan, tantangan dalam isu kemanusiaan dan perdamaian lebih kompleks, tantangan itu dijelaskanya seperti kerusakan alam atau keseimbangan ekologi, kerusakan sosial, dan pengaruh politik global.

Utamanya dalam isu ideologi ekstremis dan tindakan terorisme, Muhammadiyah telah gencar mengenalkan prinsip Wasathiyah (umatan wasathan), atau yang lebih akrab dengan istilah moderat. Prinsip hidup yang wasathan atau tengahan tersebut diharap mampu menjadi pedoman hidup setiap individu agar tidak terjebak dalam ideologi yang ekstrem.

Selanjutnya, Dr. Surwandono menambahkan upaya kerja pada isu kemanusiaan dan perdamaian dalam perspektif manajemen konflik dan perdamain. “Strategi atau upaya perdamaian dapat dilakukan pada tataran komunikasi, negosiasi, intervensi, dan reduksi mis-trust.” Jelas Dr. Surwandono.

Kali lain, Zain Maulana, Ph.D selaku direktur CEDIS menambahkan, berencana kegiatan lanjutan berupa workshop dan short Course bertemakan kemanusiaan dan perdamaian.(RND)
Baca juga  33.221 Warga di Sintang Masih Mengungsi Karena Banjir

Tinggalkan Komentar