Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

Cegah Ketegangan Politik, Posisi Wagub Papua Harus Segera Ditetapkan

Cegah Ketegangan Politik, Posisi Wagub Papua Harus Segera Ditetapkan

Politisi Gerindra Arief Poyuono, menyoroti  kabar Gubernur Papua Lukas Enembe disebut telah memilih kandidat calon Wagub. Ada 2 kandidat, yakni Wakil Ketua DPR Papua Yunus Wonda dan Sekretaris KONI Papua Kenius Kogoya. Baginya pimpinan parpol di pusat yang merupakan parpol pengusung pasangan Lukas dan almarhum Klemen Tinal menyetujui usulan itu.

Sebab, Wagub Papua harus yang bisa bekerja sama dengan gubernur. Pasalnya sebagian daerah di Papua masuk dalam kategori dari konflik.

“Ini kok terkesan justru parpol-parpol pengusung seakan-akan melakukan pembiaran kekosongan posisi wagub Papua. Padahal infonya Lukas Enembe sudah menyerahkan dua nama kandidat Wagub Papua yang dipilihnya itu kepada parpol koalisi,” kata Arief, Kamis (10/2/22).

Baca juga
Di Banyuwangi, Mahasiswi dan Pemilik Warung Doakan Menteri Sandi Jadi Presiden

Arief menilai, pembiaran kekosongan Wagub Papua merupakan bentuk dari tidak adanya tanggung jawab. Begitu juga tidak peduli pimpinan parpol terhadap kondisi pemerintahan di Papua. Apalagi, jika parpol pendukung justru memaksakan Mantan Kapolda Papua Paulus Waterpao menjadi Wagub Papua.

“Ini juga bukti kalau suara masyarakat Papua pemilih parpol pengusung pada Pemilu 2014 tidak dipedulikan sama sekali oleh parpol pengusung tersebut. Bagaimanapun Paulus Waterpao bukan kader partai. Tidak berkeringat untuk memenangkan pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal pada Pilkada 2018,” ungkap Arief.

Menurut Arief, jika peduli terhadap masyarakat Papua, sebaiknya dua nama yang Gubernur Lukas Enembe usulkan segera disetujui oleh pimpinan Parpol pengusung. Arief khawatir, jika sampai habis waktunya posisi Wagub Papua tidak juga terisi atau malah diisi oleh Paulus waterpao, maka hal ini bisa membuat ketegangan politik lokal di Papua nantinya.

Baca juga
Cari Korban Longsor di Pasaman Barat, Polisi Tambah Anjing Pelacak

“Dan ini sangat berbahaya. Apalagi Papua itu daerah yang sedang ada konflik bersenjata,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar