Senin, 27 Juni 2022
27 Dzul Qa'dah 1443

Cegah Penularan PMK, Kementan Mulai Vaksinasi Ternak pada 14 Juni

Senin, 13 Jun 2022 - 20:21 WIB
Cegah Penularan PMK, Kementan Mulai Vaksin Ternak pada 14 Juni
Vaksinasi Hewan Kementan

Kementerian Pertanian atau Kementan akan melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak mulai 14 Juni 2022 untuk mencegah penyebaran wabah PMK semakin meluas.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengatakan vaksinasi perdana PMK akan mulai pada 14 Juni sesuai dengan peta sebaran penyakit tersebut.

“‘Pemerintah akan menyiapkan anggaran pengadaan total 3 juta dosis vaksin PMK. Saat ini tahap pertama vaksin telah tiba pada hari Minggu 12 juni 2022 melalui Bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya akan tiba 800 ribu dosis dalam beberapa hari ke depan,” kata Kuntoro saat menyampaikan update penanganan dan penanggulangan PMK melalui akun resmi Youtube Kementan, Senin (13/6/2022).

Baca juga
Akademisi IPB: Sejak 2019 Indonesia Tak Impor Jagung Pakan

Dia mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan hewan yang sehat dan tidak berisiko tinggi tertular. Selain itu pada hewan yang berada di sumber pembibitan ternak, pada peternakan sapi perah milik rakyat dan koperasi susu, serta peternakan sapi potong.

Kementan melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) juga tengah mempersiapkan vaksin produksi dalam negeri yang prediksinya akan selesai pada akhir Agustus 2022.

Kuntoro mengajak masyarakat untuk tidak panik, atau khawatir terkait ketersediaan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha 1443 Hijiriah.

“Kami memastikan ketersediaan hewan kurban, baik sapi, kambing, dan domba, dalam kondisi cukup. Hal ini mengacu pada jumlah kebutuhan hewan kurban tahun lalu yang mencapai 1,5 juta ekor,“ katanya.

Baca juga
Unit Pelaksana Teknis Kementan Siap Produksi Vaksin PMK

Meskipun dalam kondisi wabah PMK, pemerintah berkeyakinan stok hewan kurban saat ini mampu memenuhi kebutuhan kurban pada Idul Adha.

“Kami menekankan bahwa PMK ini tidak berbahaya bagi kesehatan manusia dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa PMK dapat disembuhkan,” kata Kuntoro. [ipe]

Tinggalkan Komentar