Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Cegah Stunting, Penuhi Kebutuhan Gizi Anak Sejak Dalam Kandungan

Stunting
Dokumentasi Kemenkes

Stunting masih menjadi permasalah kesehatan di Indonesia. Hal ini kerap kali terjadi pada anak yang kekurangan gizi di 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Berikut ini adalah cara cegah stunting dengan memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Stunting bisa dilihat sebenarnya dari ketika ibu hamil yang kekurangan nutrisi jangka panjang, mulai ada infeksi, anemia, hingga komplikasi lainnya. Pada saat lahir, berat badannya di bawah rata-rata, kurang dari 2 kg. Kemudian juga ada prematur, bayi dan anaknya sering infeksi, tidak dapat ASI,” ujar HealthCare Communicator Medical Kalbe, dr. Muliaman Mansyur, dalam live Instagram @kalbefarma.tbk, ditulis di Jakarta, Senin, (18/4/2022).

Baca juga
Mengenal Dua Obat COVID-19, Mana Lebih Manjur?

Dokter Muliaman juga menjelaskan, nutrisi yang dikenal dengan istilah gizi terbagi dua, yakni gizi makro dan mikro. Gizi makro terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, dalam jumlah tepat dan seimbang yang penting untuk pembentukan organ tubuh serta penyerapan gizi mikro.

Sedangkan gizi mikro, mencakup vitamin dan mineral seperti zat besi, asam folat, vitamin D, kalsium, dan minyak ikan. Semua hal itu sangat penting tepenuhi selama bayi di dalam kandungan Ibu sampai anak berusia 2 tahun. Hal tersebut menjadi cara cegah stunting pada anak.

Sementara itu, masalah stunting di Indonesia cukup tinggi. Saat ini, terdapat 4,7 juta ibu hamil setiap tahunnya, serta hampir separuhnya ada di golongan menengah ke bawah dan separuhnya ada di golongan yang belum mempunyai akses nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui.

Baca juga
Fasilitas Sanitasi Penting untuk Ubah Gaya Hidup jadi Sehat

“Data dari BKKBN menjelaskan bahwa stunting itu bisa mengenai semua lapisan masyarakat, dimulai dari saat ibu hamil tersebut. Mungkin caranya itu yang berbeda kenapa dia jadi stunting, bisa tidak tahu secara edukasi atau nutirisinya tidak seimbang, itu juga berpotensi stunting,” tambah dr. Muliaman.

Namun, kata dr. Muliaman, ciri-ciri anak mengalami stunting belum tentu kurus, walaupun kebanyakan anak stunting bertubuh kurus. Ada ciri-ciri lain yang harus diwaspadai, yaitu tidak sedikit anak yang bertubuh pendek tapi bukan stunting, melainkan karena faktor genetiknya.

Lantaran demikian, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang seimbang. Juga dibutuhkan asupan tambahan dari susu ibu hamil yang mampu memenuhi gizi makro dan mikro selama masa kehamilan. Kalbe sendiri memiliki produk untuk membantu permasalahan stunting.

Tinggalkan Komentar