Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

CEO Inilah.com Berbagi Formula Rezeki dalam Kegiatan Revolusi Kedai Kopi

CEO Inilah.com Berbagi Formula Rezeki dalam Kegiatan Revolusi Kedai Kopi - inilah.com
Fahd Pahdepie, CEO Inilah.com sekaligus Founder Revolusi Kedai Kopi bersama Financial Advisor, Bareyn Mochaddin. Foto: Inilah.com/Didik Setiawan.

Rezeki memiliki formula dan mekanismenya tersendiri. Sejatinya, setiap orang menjadi saluran rezeki tersebut. Semakin banyak yang tersalur, semakin besar pula yang didapat.

Demikian buah pikiran Fahd Pahdepie, Founder Revolusi Kedai Kopi bersama Financial Advisor, Bareyn Mochaddin dalam kegiatan Revolusi Kedai Kopi dengan tema ‘Revolusi Diri, Revolusi Rezeki: Menata Keuangan, Menata Masa Depan,” di Inilah Corner, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Jumat (25/3/2022).

Fahd yang juga CEO Inilah.com mengutip sebuah hadis yang menyatakan, rezeki adalah apa yang masuk dan keluar dari tubuhmu. “Hadis ini mengajarkan kepada diri kita untuk menjadi saluran. Harus bisa menampung tapi juga bisa mengalirkan. Sesuatu yang masuk harus dikeluarkan. Tapi, kalau dipaksa keluar juga akan pecah,” ujarnya.

Sejak 2011, Fahd pun mengaku memikirkan bagaimana mekanisme dan formula rezeki tersebut dengan mengubah cara berpikir.

Baca juga
Ketika Erick Thohir Kasih Surprise Anak Presiden

“Misalnya, kaluar parkir saja bayar Rp5.000. Tapi, niatkan ini jadi sedekah sehingga mekanisme rezekinya berubah. Statemennya kita ganti. Saya ganti cara berpikir. Dan setelah itu banyak hal berubah dalam diri saya,” ungkap Fahd.

CEO Inilah.com Berbagi Formula Rezeki dalam Kegiatan Revolusi Kedai Kopi - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Ia kembali mencontohkan makan di restoran dengan membayar Rp250 ribu. “Uang ini bisa jadi gaji karyawan restoran tersebut, persalinan, atau biaya sekolah anak dari karyawan di restoran tersebut. Dengan begitu saluran saya jadi banyak. Aliran yang masuk juga jadi banyak,” paparnya.

Berdasarkan neurosains, Fahd menjelaskan, kalau orang merasa nyaman dengan sesuatu, akan kembali mencoba. “Behavior berbeda, keputusan juga berbeda. Untuk orang yang naik pesawat fisrt class enggak mau lagi naik di kelas ekonomi,” ucapnya.

Fahd juga mengaku bahwa dirinya tidak mau mennyimpan uang lebih kecil dari nominal Rp100 ribu di dompetnya. “Yang datang juga ternyata tidak lebih kecil dari Rp100 ribu. Saya memanipulasi cara pegang uang. Biarlah ini sedikit bid’ah dan sedikit mistis. Tapi, yang jelas rezeki ada formulanya dan ada ilmunya,” imbuh Fahd.

Baca juga
Dihadiri 20.000 Jemaah, Pelaksanaan Salat Id di JIS Bersejarah

Cita-cita Besar Revolusi Kedai Kopi

Revolusi Kedai Kopi, lanjut Fahd, saat berdiri pada 2018 pada mulanya bercita-cita besar yakni mengubah bangsa agar menjadi besar dan keren. Saat itu, kegiatan ini mengambil tema besar ‘Menarasikan Imajinasi untuk Indonesia’ sebagai tempat berkumpul anak-anak muda yang keren.

Pada tahun tersebut, kegiatan ini sudah melaksanakan roadshow ke 50 kota di Indonesia. Namun, pada 2020 sempat vakum karena pandemi COVID-19 dan kembali terlaksana pada 4 Maret 2022 dengan perubahan tema besar Revolusi Kedai Kopi menjadi “Revolusi Diri”.

CEO Inilah.com Berbagi Formula Rezeki dalam Kegiatan Revolusi Kedai Kopi - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Sebab, kata Fahd, dalam perjalanannya anak muda ternyata memiliki persoalan masing-masing. “Karena itu, muncul ide sebelum mengubah bangsa, harus mengubah diri sendiri. Sebab, revolusi bisa terhenti oleh permintaan istri untuk beli martabak. Dalam perjalanannya, revolusi mulai dari mengajak ngobrol dari masalah masing-masing dari percintaan, keuangan, hingga lain-lain,” papar dia.

Baca juga
April 2022, Ekspor Pertanian Tumbuh 15,89 Persen

Menurut Fahd, masyarakat tidak memiliki platform untuk berbagi masalah kerapuhan masing-masing. “Ada medsos tapi itu menuntunt tampil keren, bukan untuk berbagi masalah. Kita punya kerapuhan masing-masing. Ada yang bisa beli gorengan yang justru buat makan di hari itu,” paparnya.

“Dengan memulai dari diri sendiri, Revolusi Diri cocok untuk mulai membangun bisnis dan merintis diri untuk menjadi konglomerat,” pungkas Fahd tandas.

Tinggalkan Komentar