Cerita Korban Pinjol, Utang Rp2,5 Juta Bengkak menjadi Rp104 Juta

Cerita Korban Pinjol, Utang Rp2,5 Juta Bengkak menjadi Rp104 Juta - inilah.com
foto istimewa

Kejahatan pinjaman online (pinjol) hingga kini masih terus terjadi di berbagai daerah. Ini karena kemudahan yang diberikan perusahaan pinjol kepada para korbannya untuk mendapatkan uang.

Namun kemudahan mencairkan uang itu tampaknya tak sebanding dengan bunga utang yang harus dibayar oleh si peminjam. Bahkan ada korban yang mengaku hanya meminjam Rp1 juta sampai Rp2 juta namun utangnya membengkak menjadi puluhan juta bahkan sampai ratusan juta rupiah.

Seperti halnya yang dialami warga Joglo, Kembangan, Jakarta Barat yang menceritakan anak perempuannya menjadi korban pinjol dan harus membayar utang sebesar Rp104 juta. Padahal awalnya uang yang dipinjam hanya sebesar Rp2,5 juta.

Baca juga  Koperasi Bos Pinjol Asal China yang Teror IRT hingga Bunuh Diri Ternyata Fiktif

“Anak saya utang Rp 2,5 juta. Berbunga terus, pokoknya enggak lunas-lunas sejak 2019,” ujar Dedi, orang tua korban.

Dirinya mengaku geram dengan cara penagihan perusahaan pinjol itu yang terus menerus meneror melalui pesan singkat maupun sambungan telepon. Tak jarang dari penagih pinjol mengancam korban dengan cara menyebarkannya melalui pesan WhatsApp ke teman-teman korban.

Kasus ini pun terpaksa dilaporkannya ke pihak kepolisian dengan menyertakan bukti-bukti berupa transferan ke sejumlah perusahaan pinjol. Ia berharap kasus ini bisa segera selesai di tangan kepolisian.

Baca juga: OJK: Pinjol Jangan Dibuat Gali Lubang Tutup Lubang

Kasus yang sama juga terjadi di Boyolali, Jawa Tengah. Polres Boyolali menerima sebanyak lima laporan terkait pinjol dengan total angka mencapai Rp400 juta. Dari hasil pemeriksaan, para korban yang melapor ini terjerat pinjol ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga  Bea Cukai Soekarno-Hatta Ungkap Penyelundupan 10 Kilogram Sabu di dalam Bola Batu

“Pelapor itu tergiur meminjam uang, ternyata bunganya nggak masuk akal. Ada kasus minjam Rp5 juta bengkak jadi Rp80 juta,” ujar AKBP Morry Ermond, Kapolres Boyolali, Senin (25/10/2021).

Menurutnya, sejumlah korban mengetahui adanya pinjol melalui pesan berantai WhatsApp dan media sosial. Umumnya mereka tergiur dengan kemudahan syarat yang ditawarkan dan tertarik untuk meminjam sejumlah uang.

Baca juga: Kamu Harus Tahu Pinjol yang Legal dan Ilegal

Namun baru sadar setelah mendapatkan kabar uang yang dipinjam ternyata berbunga hingga puluhan juta rupiah. Kebingungan tak mampu membayar, mereka pun mendapat tawaran untuk meminjam lagi di perusahaan pinjol lain.

Baca juga  Utang Pinjol Rp12 juta, Seorang Ibu di Depok Nekat Gantung Diri

Akibatnya tagihan utang semakin membengkak. “Meminjam Rp900 ribu membengkak menjadi Rp75 juta dalam waktu dua minggu di 27 aplikasi pinjol berbeda,” cerita Morry.

Dari kasus tersebut, Morry pun segera mengimbau kepada masyarakat agar tidak lagi tergiur dengan pinjol. “Sesulit apapun kebutuhan hidup, jangan sampai meminjam lewat pinjol. Karena bunga yang ditanggung lebih besar dan justru merugikan. Lebih baik meminjam pada bank yang jelas dan berbadan hukum,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar