Cerita Penuh Keringat, Relawan Pemakaman Jenazah Covid19

Cerita Penuh Keringat, Relawan Pemakaman Jenazah Covid19 - inilah.com
Cerita Penuh Keringat Para Relawan Pemakaman Jenazah Covid19 (Instagram/@bantenaktual)

Selain tenaga medis, pengobranan relawan pemakaman jenazah Covid19 patut mendapat penghargaan.

Saat pandemi mencapai puncaknya, petugas pemakaman jenazah Covid19 super sibuk. Ambulans bolak-balik ke lokasi pemakaman khusus Covid19 disambut para petugas pemakaman dengan sigap.

Bahkan dalam beberapa tangkapan foto, ambulans sampai mengantri di lokasi pemakaman menunggu giliran jenazah yang dibawa, dikuburkan.

Para petugas pemakaman silih berganti mengurus jenazah Covid19 yang diantar terus menerus tak putus-putus.

Sehari-hari mereka bertugas menyiapkan lubang makam bagi korban Covid19 dengan protokol kesehatan yang ketat. Dalam sehari mereka bisa menggali puluhan lubang, tergantung dari jumlah kematian hari itu.

Baca juga  Jumat Berkah, Bantu Kuli Bangunan Bangun Pesantren untuk 250 Anak Yatim


Sulit rasanya membayangkan peluh keringat para petugas pemakaman jenazah Covid19. Dengan balutan baju Hazmat, pembersih tangan, sarung tangan sampai plastik steril, mereka mulai mengangkat jenazah dari mobil ambulans.

Mereka menggotong jenazah menuju lubang pemakaman yang sudah disiapkan. Tak peduli lagi cuaca saat itu terik atau hujan, tugas memakamkan jenazah Covid19 harus tetap dilakukan.

Bekerja dari pagi hingga malam hari, membuat istirahat jadi momen mewah bagi para petugas pemakaman. Untuk bisa sekedar duduk dan menghela nafas panjang saja sudah nikmat bagi mereka.

Banyak tangkapan foto perjuangan para petugas pemakaman yang kelelahan sampai ketiduran. Tidak perlu kasur dan kipas angin, asal tidak kepanasan dan bisa meluruskan kaki, cukup untuk jadi tempat tidur para petugas pemakaman Covid19.

Baca juga  Peduli Sesama, Inilah.com Gelar Jumat Berkah Bantu UKM dan Warga

Saat selesai bekerja dan kembali ke rumah, para petugas pemakaman Covid19 kerap diliputi kekhawatiran. Apakah nanti keluarganya terinfeksi. Mengingat kerja mereka yang erat bersentuhan dengan jenazah positif Covid19.

Bahkan beberapa cerita, petugas harus rela meninggalkan rumah selama berbulan-bulan. Selain tingginya permintaan pemakaman, takut menulari keluarga juga jadi alasan.

Selain berharap pada imbalan uang yang didapat dari hasil menguburkan jenazah Covid19, para petugas ini juga berdoa agar badai Covid19 segera selesai.

Kini, perlahan tren penyebaran Covid19 di tanah air menunjukkan penurunan. Angka kematian juga selaras sejalan menurun.

Mungkin tak ada lagi antrian ambulans di lokasi pemakaman. Tak ada lagi relawan petugas pemakaman jenazah Covid19 di lokasi pemakaman. Namun cerita dan jasa para relawan pemakaman jenazah Covid19 tetap patut diingat dan diapresiasi.

Baca juga  Cahyo, Pahlawan Pandemi Penggagas Fotografer Jalanan Bangkit dari Keterpurukan

Tinggalkan Komentar