Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Cerita Striker Arema Terjebak di Ruang Ganti: Mereka Meninggal di Depan Mata Kami!

Minggu, 02 Okt 2022 - 23:16 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Gas Air Mata
Kericuhan di dalam Stadion Kanjuruhan Malang seusai laga Arema versus Persebaya pada Sabtu malam (1/10/2022). (Foto: Istimewa).

Striker asing Arema FC, Abel Camara memberikan kesaksian memilukan saat terjadi tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam yang menewaskan sedikitnya 130 orang.

Tragedi sepak bola terparah di Indonesia itu membuat Abel tak kuasa menahan tangis menyaksikan banyak orang meninggal di depan matanya akibat kekurangan oksigen.

“Kami memiliki orang-orang di dalam ruang ganti yang terkena gas air mata dan meninggal tepat di depan kami. Kami memiliki sekitar tujuh atau delapan orang tewas di ruang ganti,” ujar Abel Camara, dilansir dari Mais Futebol, Minggu (2/10/2022).

Abel memang sudah mendengar rivalitas kedua klub sebagai salah satu laga terpanas di liga Indonesia. Namun Abel tak menyangka tensi panas derbi Jatim bakal memakan korban meninggal, hingga ratusan orang.

Baca juga
Foto: Pendukung Timnas Singgung Tragedi Kanjuruhan Saat Laga Indonesia Vs Kamboja

“Kami harus tinggal di sana selama empat jam sebelum mereka berhasil mendorong semua orang menjauh. Ketika kami pergi, ketika semuanya lebih tenang, ada darah, sepatu kets, pakaian di seluruh aula stadion. Ketika kami meninggalkan stadion dengan bus, ada mobil sipil dan polisi yang terbakar,” ungkapnya.

Abel dan skuad Arema kini hanya bisa terus berdoa semoga tak ada lagi korban, serta mereka yang dirawat bisa segera pulang ke rumah bertemu keluarga.

Sebelumnya, kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Baca juga
Komnas HAM Berani Jamin, 132 Korban Tewas Kanjuruhan akibat Aparat Represif

Diketahui, sedikitnya 130 orang meninggal dalam tragedi itu. Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menjelaskan, 34 orang dilaporkan meninggal di Stadion Kanjuruhan, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Selain korban meninggal, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

Tinggalkan Komentar