Kamis, 01 Juni 2023
11 Dzul Qa'dah 1444

ChatGPT Luncurkan E-book yang ditulis AI di Amazon

Sabtu, 25 Feb 2023 - 21:10 WIB
Penulis : DSY
Illustration Shows Chatgpt Logo - inilah.com
Dunia kepenulisan dan perbukuan tampaknya harus siap-siap dijungkirbalikkan platform ChatGPT. Sisi positifnya, akan ada banyak calon novelis baru yang bisa segera mewujudkan mimpi mereka membuat buku atau e-book. [REUTERS]

Sampai saat ini, Brett Schickler tidak pernah membayangkan buku yang ia tulis bisa diterbitkan, meski telah lama ia memimpikannya. Tetapi setelah bergaul dengan program kecerdasan buatan ChatGPT, Schickler yakin impiannya itu tak lama lagi bisa terwujud.

“Ide menulis buku akhirnya tampak mungkin,” kata Schickler, seorang pedagang di Rochester, New York, AS. “Saya pikir saya bisa melakukan ini.”

Menggunakan perangkat lunak AI, yang dapat menghasilkan blok teks dari petunjuk sederhana, Schickler membuat e-book anak-anak bergambar setebal 30 halaman dalam hitungan jam, menawarkannya untuk dijual pada Januari lalu melalui unit penerbitan mandiri, Amazon.com Inc.

Dalam edisi tersebut, Sammy si Tupai, yang dirender secara kasar dengan AI, belajar dari temannya di hutan tentang apa yang terjadi pada tabungan koin emas. Dia membuat celengan berbentuk biji pohon ek, berinvestasi dalam perdagangan biji pohon ek, dan berharap suatu hari dapat membeli batu gerinda biji pohon ek.

Sammy menjadi tupai terkaya di hutan, membuat iri teman-temannya, “Dan hutan pun mulai makmur,” menurut buku itu.

The Wise Little Squirrel: A Tale of Saving and Investing,” tersedia di toko Amazon Kindle seharga 2,99 dolar AS (sekitar Rp 46 ribu pada kurs 15.400), atau 9,99 dolar AS (sekitar Rp 152.146 untuk versi cetak).  Sampai berita ini dibuat Reuters Sabtu (25/2) sore, Schickler telah mengumpulkan hasil penjualan sekitar 100 dolar AS atau kurang lebih Rp 1,54 juta. Meskipun kedengarannya tidak banyak, itu cukup menginspirasi dirinya untuk menulis buku lain menggunakan perangkat lunak tersebut.

“Saya dapat melihat orang-orang membuat karir dari semua ini,” kata Schickler, yang menggunakan petunjuk di ChatGPT seperti “menulis cerita tentang seorang ayah yang mengajar putranya tentang literasi keuangan.”

Schickler berada di ujung tombak gerakan menguji janji dan keterbatasan ChatGPT, yang memulai debutnya pada bulan November. Platform itu pun telah mengirimkan gelombang kejutan melalui Silicon Valley dan seterusnya, karena kemampuannya yang luar biasa untuk membuat blok teks yang meyakinkan secara instan.

Baca juga
Google Setuju Bayar Rp1,72 Triliun atas Gugatan Diskriminasi Gender

Ada lebih dari 200 e-book di toko Kindle Amazon pada pertengahan Februari yang mendaftarkan ChatGPT sebagai penulis atau mitra penulis, termasuk “Cara Menulis dan Membuat Konten Menggunakan ChatGPT,” “The Power of Homework” dan koleksi puisi “Echoes of the Universe”. Jumlah itu meningkat setiap hari. Bahkan ada sub-genre baru di Amazon: buku tentang penggunaan ChatGPT, yang ditulis seluruhnya oleh ChatGPT.

Tetapi karena sifat ChatGPT dan keengganan banyak penulis untuk mengungkapkan bahwa mereka telah menggunakannya, hampir tidak mungkin untuk menghitung secara lengkap berapa banyak e-book yang ditulis via AI. Kemunculan perangkat lunak telah mengacak-acak beberapa perusahaan teknologi terbesar, mendorong Alphabet dan Microsoft untuk segera meluncurkan fungsi baru di Google dan Bing, yang menggabungkan AI.

Adopsi cepat konsumen untuk ChatGPT telah memacu hiruk pikuk aktivitas di kalangan penggila teknologi. Investor pun menuangkan uang mereka ke perusahaan rintisan yang berfokus pada AI dan memberi perusahaan teknologi tujuan baru di tengah kesuraman PHK besar-besaran. Microsoft, misalnya, bulan ini menerima liputan atas mesin pencari Bing mereka yang hampir mati, setelah diintegrasikan  dengan ChatGPT.

Namun di awal-awal pun segera muncul kekhawatiran akan keasliannya. Pasalnya, ChatGPT belajar menulis dengan memindai jutaan halaman teks yang telah ada. Akibatnya, eksperimen dengan AI oleh CNET menghasilkan banyak koreksi dan plagiarisme nyata sebelum situs berita teknologi pun segera menghentikan penggunaannya.

Sekarang ChatGPT tampaknya siap untuk menjungkirbalikkan industri buku, seiring bejibunnya calon novelis dadakan yang ingin menghasilkan uang dengan cepat via perangkat lunak itu, sebelum mereka menerbitkannya melalui Amazon Kindle Direct Publishing. Buku anak-anak bergambar adalah favorit para penulis pemula. Di YouTube, TikTok, dan Reddit, ratusan tutorial bermunculan, mendemonstrasikan cara membuat buku hanya dalam beberapa jam. Subyek bahasannya termasuk skema cepat kaya, saran diet, tips dan resep pengkodean perangkat lunak.

Baca juga
Kominfo: Pendaftaran PSE Bukan untuk Kendalikan Google Dkk

“Ini adalah sesuatu yang benar-benar perlu kita khawatirkan. Buku-buku ini akan membanjiri pasar dan banyak penulis akan kehilangan pekerjaan,” kata Mary Rasenberger, direktur eksekutif grup penulis Authors Guild. Ghostwriting -–oleh manusia-–memiliki tradisi panjang, katanya. “Tetapi kemampuan untuk mengotomatisasi melalui AI dapat mengubah penulisan buku dari kerajinan menjadi komoditas.”

“Harus ada transparansi dari penulis dan platform tentang bagaimana buku-buku ini dibuat atau Anda akan mendapatkan banyak buku berkualitas rendah,” katanya.

Seorang penulis, bernama Frank White, menunjukkan dalam video YouTube bagaimana dalam waktu kurang dari sehari dia membuat novel setebal 119 halaman berjudul “Galactic Pimp: Vol. 1”. Buku itu bercerita tentang alien di galaksi jauh yang berperang memperebutkan rumah bordil yang dikelola manusia. Buku ini dapat diperoleh hanya dengan 1 dolar AS di toko e-book Kindle Amazon. Dalam video tersebut, White mengatakan siapa pun yang memiliki waktu luang dapat membuat 300 buku seperti itu dalam setahun, semuanya menggunakan AI.

Banyak penulis, seperti White, merasa tidak berkewajiban untuk mengungkapkan di toko Kindle bahwa novel mereka ditulis secara grosiran oleh computer. Sebagian karena kebijakan Amazon pun tidak mengharuskannya.

Ketika dimintai komentar, Amazon tidak membahas apakah mereka berencana untuk mengubah atau meninjau kebijakan toko Kindle seputar penggunaan AI oleh penulis atau alat tulis otomatis lainnya. “Semua buku di toko harus mematuhi pedoman konten kami, termasuk dengan mematuhi hak kekayaan intelektual dan semua undang-undang lain yang berlaku,” kata Juru Bicara Amazon, Lindsay Hamilton, melalui email.

Seorang Juru Bicara pengembang ChatGPT, OpenAI, menolak berkomentar.

Amazon sejauh ini merupakan penjual buku fisik dan e-book terbesar, menguasai lebih dari setengah penjualan di Amerika Serikat dan, menurut beberapa perkiraan, lebih dari 80 persen pasar e-book. Layanan Kindle Direct Publishing-nya telah melahirkan industri rumahan novelis yang diterbitkan sendiri, mengukir ceruk khusus untuk penggemar konten erotis dan buku self-help.

Amazon menciptakan Kindle Direct Publishing pada tahun 2007 untuk memungkinkan siapa saja menjual dan memasarkan buku dari sofa mereka, tanpa dirumitkan soal biaya untuk mencari agen sastra atau penerbit. Secara umum, Amazon mengizinkan penulis untuk menerbitkan secara instan melalui unit tanpa pengawasan apa pun, membagi hasilnya, berapa pun yang mereka hasilkan.

Baca juga
Keberatan Ongkos Produksi, Youtube Tinggalkan Program Seri Original

Itu telah menarik penulis baru yang dibantu AI seperti Kamil Banc, yang pekerjaan utamanya menjual wewangian online. Ia bertaruh dengan istrinya bahwa dia dapat membuat buku dari konsepsi hingga publikasi dalam waktu kurang dari satu hari. Menggunakan ChatGPT, pembuat gambar AI dan permintaan seperti “tulis cerita pengantar tidur tentang lumba-lumba merah muda yang mengajari anak-anak bagaimana menjadi jujur”, Banc menerbitkan buku bergambar setebal 27 halaman pada Desember lalu. Buku itu tersedia di Amazon dengan judul “Bedtime Stories: Short and Sweet, For a Good Night’s Sleep” itu hanya butuh waktu sekitar empat jam pembuatan.

Minat konsumen sejauh ini diakui sepi: Banc mengatakan penjualan telah mencapai sekitar selusin eksemplar. Tetapi pembaca menilai itu layak mendapat lima bintang, termasuk ada yang memuji dengan “karakternya luar biasa dan berkesan”.

Namun tidak semua orang terpesona oleh perangkat lunak itu. Mark Dawson, yang dilaporkan telah menjual jutaan eksemplar buku yang dia tulis sendiri melalui Kindle Direct Publishing, dengan cepat menyebut novel yang dibantu ChatGPT itu “membosankan”.

“Kapabilitas penulis berperan dalam bagaimana buku direkomendasikan kepada pembaca lain. Jika sebuah buku mendapat ulasan buruk karena tulisannya membosankan, buku itu akan cepat tenggelam ke dasar.” [Reuters/Japan Times]

Tinggalkan Komentar