Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Chelsea Terancam Bubar Kalau Sampai Akhir Bulan Tak ‘Laku’

Chelsea Terancam Bubar Kalau Sampai Akhir Bulan Tak 'Laku'
Roman Abramovich

Chelsea terancam bubar dan terdepak dari daftar klub Liga Inggris jika sampai akhir bulan ini tak kunjung mendapatkan pemilik baru.

Izin operasional Chelsea hanya berlaku hingga 31 Mei 2022, sementara hingga kini, belum ada kemajuan berarti dari skema pembelian klub seharga kisaran harga 3 miliar hingga 4 miliar poundsterling (The Mirror, Kamis, 3/3/2022).

Tiga calon pembeli Chelsea yang santer segera bertindak, konsorsium pimpinan Todd Boehly, Co-Owner Los Angeles Dodgers, Stephen Pagliuca, Co-Owner Boston Celtics dan Atalanta, serta mantan chairman Liverpool FC dan British Airways, Martin Broughton tampaknya pikir-pikir lagi.

Dilansir dari Sky News, konsorsium Todd Boehly sebenarnya sudah memenangkan penawaran untuk mengakuisisi Chelsea, mengungguli dua kandidat lainnya, yakni konsorsium Sir Martin Broughton dan Stephen Pagliuca.

Baca juga
Keras!! Menu Latihan Coach Tae-yong untuk Timnas SEA Games

Konsorsium Todd Boehly yang berisikan Clearlake Capital, Hansjorg Wyss, dan Mark Wahlter ini memenangkan penawaran sebesar 3,5 miliar poundsterling (Rp63 triliun).

Nilai akuisisi Chelsea itu terbagi menjadi dua, di mana 2,5 miliar poundsterling akan disumbangkan ke korban perang Ukraina, dan 1 miliar poundsterling untuk investasi ke The Blues.

Namun kesepakatan itu terancam batal, sebab baru-baru ini, Roman Abramovich menarik ucapannya untuk meng-ikhlaskan hutangnya senilai 1,5 miliar poundsterling dan kini akan menagihnya kepada siapapun pembeli Chelsea nantinya.

Dengan kabar ini, The Blues seperti berada di ujung tanduk. Sebab pemerintah Inggris melarang Abramovich mendapatkan sepeser uangpun dari penjualan klub London tersebut. Hal ini menyusul sanksi yang dijatuhkan pemerintah kepada Abramovich imbas perang Rusia vs Ukraina.

Tinggalkan Komentar