Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

CHT Naik tak Peduli Industri Rokok Bangkrut, Brangkas Negara Aman

Senin, 10 Jan 2022 - 21:34 WIB
CHT Naik tak Peduli Industri Rokok Bangkrut, Brangkas Negara Aman

Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad bilang, kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) 12% menambah kas negara. Industri rokok bakal megap-megap

“Karena harga rokok semakin tinggi, jadi meski produksi rokok menurun, penerimaan negara secara nominal akan meningkat,” kata Tauhid, dikutip dari Antara, Jakarta, Senin (10/1/2022).

Meski tetap tumbuh, kenaikan penerimaan CHT di 2022 diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan pada 2022, penerimaan CHT akan mencapai Rp192 triliun atau naik sekitar 11,56 persen dibandingkan target 2021 yang sebesar Rp173 triliun. Sementara itu, sampai akhir tahun 2021 saja, penerimaan CHT telah mencapai Rp193 triliun.

Baca juga
Utang RI Tembus Rp7.014 Triliun, Sri Mulyani akan Mengerem Penerbitan SBN

Meskipun demikian, CHT tidak hanya ditarik untuk menambah penerimaan negara, tetapi juga untuk melakukan kontrol terhadap konsumsi rokok yang berdampak negatif terhadap kesehatan.

“Dengan penurunan jumlah konsumsi, maka otomatis dampak ke produksi juga semakin menurun. Saya kira ini tidak terlepas dari cita2 pemerintah untuk mengurangi angka prevalensi merokok terutama anak usia di bawah 18 tahun,” katanya.

Penurunan produksi rokok tersebut menurutnya juga akan berdampak terhadap kontribusi industri rokok terhadap perekonomian nasional, meskipun Tauhid mengakui belum menghitung berapa potensi penurunannya. “Karena kebutuhan untuk tembakau yang dihasilkan berkurang sedikit impor barang juga berkurang sedikit. Jadi, otomatis akan medistorsi peran industri tembakau ke depan,” ucapnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan berupaya adil dalam meningkatkan tarif CHT di 2022. “Saya harus main cantik, jadi saya siapkan skenario kalau saya naikkan satu persen berapa efeknya, saya bikin historis. Kita juga membantu mengurangi rokok ilegal,” kata Sri Mulyani dalam wawancara dengan Deddy Corbuzier.

Baca juga
Ngotot tak Nikmati BLBI Hanya Utang, Marimutu Kembalikan Rp8 Triliun dalam 7 Tahun

Ia mengakui, kebijakan mengerek naik CHT, adalah keputusan sulit. Karena melibatkan berbagai pihak dengan beragam kepentingan. “Kalau saya naikinnya kekecilan saya dimarahin oleh Kementerian Kesehatan, kalau naikin tinggi pasti (diduga) Menkeu dilobi oleh Kemenkes dan dunia internasional,” kata Sri Mulyani.

Tinggalkan Komentar