Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Cikampek Layak Pisahkan Diri Dari Karawang

Selasa, 27 Nov 2012 - 18:37 WIB
Penulis : Asep Mulyana
Deden Darmansyah

INILAH.COM, Karawang – Wacana pemekaran wilayah Cikampek untuk memisahkan diri dari Kabupaten Karawang kembali berhembus. Menurut beberapa kalangan, kecamatan ini dinilai layak memisahkan diri. Pasalnya, wilayah ini memiliki potensi untuk berdiri sendiri.

Salah satu pernyataan itu keluar dari anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat, Deden Darmansyah. Menurut Deden, sejak lama wacana pamekaran Cikampek ini bergulir. Ketika 2010 lalu, wacananya kian santer. Namun, dua tahun terakhir wacana itu meredup seriring belum disepakatinya rencana pamekaran tersebut oleh seluruh stake holder.

“Dulu, wacananya Cikampek memekarkan diri sebagai kabupaten. Namun setelah kita berkonsultasi dengan sejumlah pihak, ternyata Cikampek ini tidak cocok sebagai kabupaten. Melainkan, lebih layak jadi kota. Seperti, Kota Cimahi dan Banjar. Jadi, cukup dengan empat kecamatan, Cikampek bisa diusulkan jadi kota,” kata Deden, Selasa (27/11/2012).

 

Empat kecamatan yang bisa masuk dalam tataran Kota Cikampek yakni Kecamatan Kota Baru, Purwasari, Cikampek, dan Tirta Mulya. Dengan empat kecamatan ini, Cikampek bisa berdiri sendiri.

Alasan Deden mengusulkan memekarkan Cikampek, mengingat Jawa Barat merupakan wilayah yang cukup luas. Apalagi, di Jabar jumlah penduduknya terbanyak di Indonesia namun daerahnya hanya berjumlah 26 kabupaten/kota.

“Idealnya daerah yang ada di Jabar ini mencapai 42 kabupaten/kota. Untuk itu, sejumlah daerah sedang diteliti untuk diusulkan jadi wilayah sendiri,” paparnya.

 

Dikatakan dia, tahun ini wilayah yang telah resmi memekarkan diri yaitu Pangandaran. Dimana wilayah tersebut kini jadi kabupaten tersendiri dan terpisah dari Kabupaten Ciamis. Selanjutnya, yang saat ini sedang tahap pembahasan yaitu ada tiga wilayah lagi. Masing-masing, Kabupaten Sukabumi Utara, Kabupaten Garut Selatan, dan Kabupaten Bogor Barat.

 

“Saya berharap, tiga wilayah yang diusulkan untuk pamakeran ini bisa segera teralisasi. Supaya, Cikampek bisa segera menyusul,” kata Deden.

 

Sementara itu, tokoh Masyarakat Cikampek, Yusuf Nurwenda (49) mengaku, wacana pamekaran Cikampek jadi daerah dengan otonomi sendiri ini sudah bergulir sejak 20 tahun yang lalu. Akan tetapi, hingga kini belum ada kejelasan. Padahal, mayoritas masyarakat sudah menyetujuinya.

 

“Kita punya sektor industri dan pertanian. Saya rasa dengan dua sektor itu, mampu menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi, selama ini pembangunan di wilayah Cikampek terkesan di anak tirikan oleh Pemkab Karawang," terang Yusuf.

 

Diakui dia, jika DPRD Provinsi Jabar sudah membahas soal pamekaran, masyarakat sangat menyetujuinya. Apapapun jadinya, Cikampek tetap harus jadi daerah sendiri. Tadinya, jika dijadikan kabupaten, sudah ada 11 kecamatan yang siap masuk ke Kabupaten Cikampek. Namun, karena wacana terbaru akan jadi kota, untuk itu minimal dibutuhkan empat kecamatan saja. Guna mendukung pamekaran tersebut.

“Yang jelas, kami sangat setuju dan akan terus mendorong Cikampek jadi wilayah pemerintahan sendiri,” pungkasnya.[ang]