Selasa, 12 Mei 2026 | 24 Dzulqa'dah 1447
inilah.comhangoutfilm dan musikCinema XXI Raup Rp1,1 Triliun Berkat Geliat Film Nasional di Awal Tahun

Cinema XXI Raup Rp1,1 Triliun Berkat Geliat Film Nasional di Awal Tahun

Ikhsan Medium.jpeg
Selasa, 5 Mei 2026 - 15:52 WIB
Share
inema XXI membukukan pendapatan Rp1,1 triliun di kuartal I-2026 berkat moncernya film nasional dan bisnis F&B. (Foto: Inilah.com/AI)

inema XXI membukukan pendapatan Rp1,1 triliun di kuartal I-2026 berkat moncernya film nasional dan bisnis F&B. (Foto: Inilah.com/AI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Emiten pengelola jaringan bioskop terbesar di Indonesia, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI, menunjukkan performa gemilang pada pembukaan tahun ini. Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh signifikan 18,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp929,2 miliar.

Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman menyebut capaian ini sebagai refleksi resiliensi perusahaan di tengah dinamika bisnis yang menantang. Pertumbuhan solid ini merata di seluruh lini bisnis, mulai dari tiket bioskop hingga sektor makanan dan minuman (F&B).

"Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis seraya menghadirkan inovasi layanan yang relevan. Hal ini sejalan dengan komitmen kami memberikan pengalaman menonton terbaik bagi masyarakat," ujar Suryo dalam keterangannya dikutip Selasa (5/5/2026).

Tiket dan F&B Jadi Motor Utama

Berdasarkan data perseroan, penjualan tiket bioskop masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 60,6 persen atau senilai Rp665,3 miliar. Angka ini naik 14,3 persen dibandingkan kuartal I 2025. Namun, lonjakan yang tak kalah menarik datang dari lini bisnis F&B yang menyumbang 32,6 persen atau Rp357,6 miliar, tumbuh 15,9 persen secara tahunan.

Sisanya, pendapatan CNMA ditopang oleh iklan dan platform digital. Efisiensi operasional yang kian apik juga tercermin dari EBITDA yang melonjak tajam 81,2 persen menjadi Rp226,9 miliar. Meski secara bottom line masih mencatatkan rugi Rp8,15 miliar, namun angka defisit tersebut menyusut drastis hingga 88,25 persen dibandingkan tahun lalu.

Film Lokal Berhasil Curi Perhatian

Satu faktor kunci yang mendongkrak kinerja Cinema XXI pada kuartal ini adalah meledaknya film nasional. Momentum libur Lebaran menjadi panggung bagi sineas lokal untuk menunjukkan taringnya. Tercatat ada tujuh judul film nasional yang sukses menembus angka di atas satu juta penonton, meningkat pesat dari hanya tiga judul pada periode yang sama tahun lalu.

"Kepercayaan penonton terhadap karya sineas Indonesia adalah energi bagi kami. Cinema XXI berkomitmen menjadi rumah bagi film-film Indonesia berkualitas," tambah Suryo.

Kondisi Keuangan Makin Sehat

Dari sisi neraca, posisi keuangan perseroan tetap kokoh dengan total aset mencapai Rp6,72 triliun per 31 Maret 2026. Arus kas dari aktivitas operasi juga mencatatkan kenaikan luar biasa menjadi Rp106,6 miliar, jauh di atas posisi tahun lalu yang sebesar Rp28,1 miliar.

Kabar baik juga mengalir bagi para pemegang saham. Sejalan dengan keputusan RUPST, perseroan telah merampungkan pembayaran sisa dividen tunai sebesar Rp7 per saham serta pendistribusian saham hasil pembelian kembali (treasury shares) pada 28 April 2026 lalu.

Dengan fondasi yang kian solid, Cinema XXI kini bersiap tancap gas lewat inovasi menu F&B baru dan peningkatan layanan di seluruh jaringan bioskop demi menjaga loyalitas penonton di Tanah Air.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com