Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

COVID-19 Melonjak, Kota Sydney Tetap Rayakan Tahun Baru 2022

Jumat, 31 Des 2021 - 18:19 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Sydney - inilah.com
Sydney - ist

Sydney, kota di Australia yang paling terdampak gelombang Omicron, akan tetap merayakan malam Tahun Baru 2022, Jumat (31/12/2021).

Sementara jumlah kasus COVID-19 terus mencatat rekor.

Bahkan pemerintah setempat mendorong warga untuk keluar rumah dan menikmati kemeriahan perayaan.

Ribuan orang akan memadati tempat-tempat utama di tepi pelabuhan untuk menonton tradisi penyalaan kembang api selama 12 menit.

Perdana Menteri Scott Morrison berharap orang-orang menikmati malam tahun baru. Pemimpin New South Wales Dominic Perrotet mendesak setiap orang untuk keluar rumah dan menikmati Tahun Baru.

Adapun kasus infeksi harian di negara bagian itu naik nyaris dua kali lipat dan mencapai rekor 21.151.

Baca juga
Pogba Cedera, Terancam Absen Piala Dunia

Banyak negara telah mengurangi perayaan Tahun Baru untuk menekan penularan Omicron yang merajalela tetapi perayaan akan tetap dilangsungkan di Sydney.

Sydney, ibu kota negara bagian New South Wales, adalah salah satu kota besar pertama di dunia yang menyambut setiap Tahun Baru secara bersama dengan penghitungan mundur. Penyambutan tahun baru juga menunjukan pesta kembang api di atas Opera House yang ikonik.

Seluruh negara bagian Australia, kecuali Australia Barat, sudah mulai hidup berdampingan dengan virus corona. Hal ini setelah mencapai tingkat vaksinasi yang lebih tinggi.

Terlepas dari lonjakan rekor, Perrottet menegaskan bahwa NSW dalam posisi yang sangat kuat karena tingkat vaksinasi yang lebih tinggi dan bahwa rumah sakit tengah mengatasi lonjakan Omicron.

Baca juga
Larangan Perayaan Tahun Baru, Pemkot Kendari Tunggu Instruksi Mendagri

“Meskipun jumlah kasus secara substansial meningkat, dibanding saat kita diserang varian Delta, posisi kami tetap sangat kuat,” kata Perrottet kepada awak media.

Dari 135.000 kasus aktif di Australia, hanya 127 orang yang berada di unit perawatan intensif, berdasarkan data resmi.

Australia pada Jumat melaporkan lebih dari 32.400 kasus, rekor baru selama pandemi, jauh melampaui angka tertinggi 21.329 kasus pada Kamis sehingga total infeksi nyaris menyentuh angka 400.000.

Sebanyak 2.239 kematian sudah tercatat sejak awal pandemi.

Tinggalkan Komentar