Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

COVID-19 Terkendali, Vaksinasi di Indonesia Terus Menurun

Rabu, 01 Des 2021 - 19:07 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Juru Bicara Vaksinasi Covid 19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi - inilah.com
Juru Bicara Vaksinasi Covid 19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan saat ini jumlah vaksinasi COVID-19 mengalami penurunan karena penularan COVID-19 di Indonesia sudah bisa dikendalikan.

“Kalau kita lihat penurunan vaksinasi mungkin faktornya karena kondisi penularan ini yang sudah semakin baik,” Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Nadia menjelaskan menurunnya jumlah orang yang melakukan vaksinasi juga dikarenakan masyarakat tidak lagi terburu-buru untuk mendapatkan vaksin, sehingga cenderung menunggu atau memilih jenis vaksin tertentu.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kemenkes, masyarakat yang sudah mendapatkan dosis pertama hingga hari ini, telah mencapai 138 juta atau sebesar 67 persen. Sedangkan yang mendapatkan dosis kedua sebanyak 95,5 juta atau 45,8 persen.

Baca juga
Positif Rate Masih Tinggi di Enam Daerah Luar Jawa

Namun, dari seluruh target sasaran yang ada pada usia di atas 12 tahun, pada vaksinasi kelompok penduduk lanjut usia (lansia) baru mencapai 53 persen dari total lansia yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 34 persen pada dosis kedua.

“Di sisi lain kalau kita lihat daerah-daerah, hampir dua, tiga minggu ini terjadi penurunan penyuntikan per harinya ya, ini dikarenakan banyak daerah-daerah yang menunggu untuk bisa mendapatkan vaksin Sinovac ya,” kata dia.

Menurut Nadia, bila dilihat dari peta penyediaan vaksin COVID-19 di semester pertama, Indonesia banyak menggunakan vaksin Sinovac, karena vaksin jenis lain belum bisa menyuplai secara penuh kebutuhan masyarakat pada waktu itu. Namun, pada semester kedua, Indonesia akan memiliki lebih banyak jenis vaksin selain vaksin Sinovac, seperti AstraZeneca, Pfizer dan Moderna.

Dengan semakin berkembangnya jenis vaksin, dia berharap bahwa semua kabupaten kota bisa menyelesaikan percepatan vaksinasi dengan menggunakan vaksin apapun yang disediakan oleh pemerintah.

Baca juga
Usai Studi Banding, 29 Pegawai BPN Bangkalan Positif COVID-19

“Padahal, kita tahu semua vaksin itu sama baiknya dan kalaupun terjadi efek samping, itu sebenarnya sesuatu yang biasa ya, sebagai reaksi dari tubuh kita begitu kita dilatih oleh vaksin untuk kemudian menstimulus sistem kekebalan tubuh kita,” tegas Nadia.

Tinggalkan Komentar