Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

COVID Naik Lagi, MUI: Shalat Jumat Bisa Diganti Shalat Zuhur

Covid Naik Lagi, Mui Keluarkan Fatwa Shalat Jumat Bisa Diganti Shalar Zuhur - inilah.com
Covid Naik Lagi, Mui Keluarkan Fatwa Shalat Jumat Bisa Diganti Shalar Zuhur

Seiring penyebaran COVID-19 yang terus naik, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa agar Shalat Jumat bisa diganti Shalar Zuhur.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia menyatakan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Panduan Ibadah di Tengah Pandemi masih relevan untuk dijadikan pedoman bagi umat di tengah meningkatnya kasus COVID-19.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (KF-MUI), KH Miftahul Huda, mengatakan hal ini sangat relevan bagi umat Islam untuk tetap dilaksanakan dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

“Artinya, bila suatu tempat kita tinggal itu positif COVID itu banyak yang mengenai jamaah atau tetangga kita yang dinyatakan positif, tentunya ibadah shalat berjamaah bisa dilakukan di tempat masing-masing,” ungkap Miftahul seperti dikutip dari laman resmi MUI.

Baca juga
Stafsus Jokowi Nikah Beda Agama, MUI: Jelas Tidak Dibolehkan

“Dan pelaksanaan shalat Jumat bisa diganti dengan shalat Zuhur, itu jika kondisi tak terkendali,” sambungnya.

Miftahul menyebut di saat fatwa ini ditetapkan, bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia belum siap menghadapi COVID-19. Secara pengetahuan masih ada simpang siur bagaimana COVID-19 dan bagaimana hidup bersama COVID-19.

Menurut dia, kondisi sekarang ini sudah berbeda lantaran sudah banyak yang sudah divaksinasi COVID-19. Bahkan, pengetahuan masyarakat terhadap COVID-19 sudah banyak. Sehingga, dia menilai masyarakat sudah siap untuk bagaimana menghadapi dan hidup bersama COVID-19.

Meski begitu, Miftahul menegaskan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Panduan Ibadah di Tengah Pandemi masih relevan untuk dijadikan pedoman bagi umat Islam dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Baca juga
MUI Tegaskan Ritual Maut di Pantai Payangan Haram

Namun, apabila kondisi lingkungan terkendali dan terdeteksi sangat sedikit dari jamaah suatu masjid atau tetangga yang dinyatakan positif COVID-19, dia mengingatkan agar masyarakat melakukan edukasi untuk pasien positif COVID-19 melakukan isolasi.

“Saya kira kita bisa menyampaikan edukasi kepada mereka untuk isolasi di rumah atau dirawat. Sehingga tidak ikut sholat di masjid atau tidak ikut berkerumun di tempat umum,” tuturnya.

Selain itu, dia menambahkan umat Islam dapat melaksanakan sholat di masjid berjamaah termasuk sholat Jumat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak, memakai sejadah sendiri dan lain-lain.

Tinggalkan Komentar