Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

CPNS Bakamla Meninggal Karena Gagal Hati Akut, Ketahui Cara Pencegahannya

Senin, 26 Sep 2022 - 02:50 WIB
Bakamla Gagal Hati
(ilustrasi)

Seorang calon pegawai negeri sipil (CPNS) Badan Keamanan Laut (Bakamla) bernama Muhammad Ary Adithya Hasibuan meninggal dunia saat menjalani pelatihan Coast Guard Basic Training (CGBT). Ia menderita penyakit gagal hati akut. Bagaimana gejala penyakit ini?

Kepala Bakamla Lakamana Madya TNI Aan Kurnia mengonfirmasi adanya peserta yang meninggal saat mengikuti CGBT. “Benar bahwa salah satu siswa CGBT Bakamla meninggal dunia saat menempuh pelatihan. Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ary Hasibuan,” ujar Aan melalui keterangan tertulis, Selasa (20/9/2022).

Aan menuturkan bahwa Ary turut serta bergabung dan menempuh CGBT yang digelar di Sidoarjo dan Surabaya, Jawa Timur, bersama rekan seangkatannya. Sebelum menempuh pelatihan, ia telah melalui serangkaian tes kesehatan wajib. Dari tes itulah diketahui bahwa Ary memiliki riwayat penyakit yang membutuhkan perhatian khusus.

“Ary tetap menempuh CGBT dengan intensitas latihan yang lebih ringan dari rekan sejawatnya,” ungkap Aan.

Meninggalnya Ary terjadi saat berlari sore. Ary sempat dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan medis. Namun, pada malam harinya Ary dinyatakan meninggal dunia karena gagal hati akut.

Kabar kematian Ary sebelumnya viral di media sosial setelah seorang warganet mengaku sebagai sahabat Ary mengunggah sebuah tulisan. Dia menjelaskan bahwa Ary merupakan lulusan DIII Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, berasal dari Medan, dan kelahiran tahun 1998.

Apakah Penyakit Gagal Hati Akut?

Gagal hati adalah kondisi yang mengancam jiwa yang menuntut perawatan medis segera. Mengutip WebMD, ada dua jenis gagal hati yakni akut dan kronis. Gagal hati kronis merupakan kerusakan hati yang menumpuk dari waktu ke waktu dan menyebabkannya berhenti bekerja.

Sementara gagal hati akut atau acute liver failure merupakan kondisi yang jarang terjadi. Serangan penyakit ini terjadi dengan cepat. Biasanya hanya dalam 48 jam dan sulit untuk dideteksi pada awalnya. Kebanyakan orang yang mengidap penyakit ini tidak memiliki jenis penyakit hati atau masalah sebelum kejadian.

Baca juga
Sifilis Melonjak, Waspadalah Mengingat Bahayanya Penyakit Ini

Penyebab gagal hati akut bisa bermacam-macam seperti overdosis acetaminophen yakni dosis besar yang dapat merusak hati atau menyebabkan kegagalan. Di luar Amerika Serikat, acetaminophen dikenal sebagai parasetamol. Gagal hati akut dapat terjadi setelah satu dosis acetaminophen yang sangat besar, atau setelah dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan setiap hari selama beberapa hari.

Beberapa obat resep, termasuk antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid dan antikonvulsan, dapat menyebabkan gagal hati akut. Juga bisa diakibatkan virus termasuk hepatitis A, B, dan E, virus Epstein-Barr, cytomegalovirus, dan virus herpes simpleks. Virus-virus ini menyebabkan kerusakan hati atau sirosis.

Penyakit ini juga bisa muncul karena reaksi terhadap resep dan obat-obatan herbal tertentu yang bisa membunuh sel-sel di hati Anda. Yang lain merusak sistem saluran yang mengalirkan empedu melaluinya. Obat dan suplemen herbal, termasuk kava, ephedra, skullcap dan pennyroyal, yang telah dikaitkan dengan gagal hati akut.

Ada juga akibat hepatitis autoimun. Seperti halnya hepatitis virus, penyakit ini dapat menyerang sel-sel hati dan menyebabkan peradangan atau cedera sehingga menyebabkan gagal hati akut. Bisa jadi juga akibat kanker yang dimulai atau menyebar ke hati. Penyakit pembuluh darah di hati seperti sindrom Budd-Chiari, juga dapat menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah hati dan menyebabkan gagal hati akut.

Infeksi yang berlebihan (sepsis) dan syok juga dapat mengurangi aliran darah ke hati, menyebabkan gagal hati. Selain itu serangan panas atau aktivitas fisik yang ekstrem di lingkungan yang panas dapat memicu gagal hati akut.

Penyebab lainnya adalah racun yang dapat menyebabkan gagal hati akut termasuk jamur liar beracun Amanita phalloides, yang terkadang disalahartikan sebagai jamur yang aman untuk dimakan.

Karbon tetraklorida adalah racun lain yang dapat menyebabkan gagal hati akut. Ini adalah bahan kimia industri yang ditemukan dalam pendingin dan pelarut untuk lilin, pernis dan bahan lainnya.

Baca juga
Pemain di Piala Dunia Qatar Berisiko Heat Stroke, Apa Dampaknya?

Gejala dan Komplikasi

Ada beberapa tanda-tanda yang bisa menjadi peringatan agar lebih waspada. Tanda dan gejala gagal hati akut mungkin termasuk menguningnya kulit dan bola mata (jaundice), sakit di perut kanan atas dan perut bengkak (asites).

Gejala lainnya adalah mual, muntah, perasaan umum tidak enak badan (malaise), disorientasi atau kebingungan, mengantuk, napas mungkin memiliki bau apek atau manis dan tremor.

Gagal hati akut juga bisa memacu komplikasi. Seperti terlalu banyak cairan di otak (edema serebral). Terlalu banyak cairan menyebabkan tekanan menumpuk di otak Anda, yang dapat menyebabkan disorientasi, kebingungan mental yang parah, dan kejang.

Juga terjadinya gangguan pendarahan. Hati yang gagal tidak dapat melakukan pembekuan yang cukup, yang membantu darah untuk membeku. Pendarahan di saluran pencernaan sering terjadi pada kondisi ini. Mungkin sulit untuk dikendalikan. Orang dengan gagal hati akut juga lebih mungkin mengembangkan infeksi, terutama pada darah dan saluran pernapasan serta saluran kemih.

Komplikasi lainnya adalah gagal ginjal sering terjadi setelah gagal hati, terutama jika Anda mengalami overdosis acetaminophen, yang merusak hati dan ginjal Anda.

Pencegahan Gagal Hati Akut

Mengutip Mayoclinic, cara terbaik untuk mencegah gagal hati akut adalah merawat hati dan membatasi risiko terkena sirosis atau hepatitis. Salah satu caranya adalah mengikuti petunjuk tentang obat-obatan.

Jika Anda menggunakan acetaminophen atau obat lain, periksa sisipan paket untuk dosis yang dianjurkan, dan jangan mengonsumsi lebih dari itu. Jika sudah memiliki penyakit hati, tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan Anda apakah aman untuk mengonsumsi sejumlah acetaminophen. Beritahu penyedia tentang semua obat-obatan Anda. Bahkan obat-obatan bebas dan herbal dapat mengganggu resep obat yang Anda pakai.

Hindari perilaku berisiko. Misalnya jangan mengunakan jarum bekas untuk suntikan atau tindik/tato, menggunakan kondom saat berhubungan seks, dan jangan merokok. Hindari kontak darah atau cairan tubuh orang lain. Penusukan jarum yang tidak disengaja atau pembersihan darah atau cairan tubuh yang tidak tepat dapat menyebarkan virus hepatitis. Berbagi pisau cukur atau sikat gigi juga dapat menyebarkan infeksi.

Baca juga
Kematian Bruce Lee Kemungkinan Hiponatremia, Bisa Terjadi pada Kita?

Jika Anda memiliki penyakit hati kronis, riwayat semua jenis infeksi hepatitis atau peningkatan risiko hepatitis, bicarakan dengan penyedia Anda tentang mendapatkan vaksin hepatitis B. Vaksin juga tersedia untuk hepatitis A. Jangan pula memakan jamur liar. Apalagi sulit untuk membedakan antara jamur beracun dan jamur yang aman untuk dimakan.

Pencegahan lainnya adalah berhati-hatilah dengan semprotan aerosol. Saat Anda menggunakan pembersih aerosol, pastikan ruangan berventilasi, atau gunakan masker. Lakukan tindakan perlindungan serupa saat menyemprotkan insektisida, fungisida, cat, dan bahan kimia beracun lainnya. Ikuti instruksi produk dengan hati-hati.

Perhatikan apa yang terjadi pada kulit Anda. Saat menggunakan insektisida dan bahan kimia beracun lainnya, tutupi kulit Anda dengan sarung tangan, lengan panjang, topi, dan masker.

Tips pencegahan lainnya adalah mempertahankan berat badan yang sehat. Obesitas dapat menyebabkan kondisi yang disebut penyakit hati berlemak nonalkohol, yang mungkin termasuk perlemakan hati, hepatitis, dan sirosis.

Jangan lupa pula, lakukan gaya hidup sehat, perhatikan asupan bergizi seimbang serta berolahraga dengan rutin sebagai pencegahan awal dari penyakit apapun. Kalau perlu cek kondisi kesehatan Anda secara berkala untuk membantu menemukan indikasi penyakit dan pencegahan lebih dini.

Tinggalkan Komentar