Cuaca Buruk Hambat Pencarian Korban Hilang Erupsi Semeru

Cuaca buruk menjadi penghambat utama pencarian korban hilang akibat erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur. Demikian disampaikan Direktur Operasional Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Wurjanto.

Basarnas berharap cuaca dapat lebih cerah sehingga memudahkan pencarian korban hilang sebanyak 27 orang. Masyarakat juga untuk segera melaporkan anggota keluarga atau orang yang dikenal, yang masih hilang.

Basarnas telah bersiaga menyiapkan anggota terutama yang berasal dari Lumajang sendiri, Surabaya, dan Jember. Sejauh ini telah ditemukan 22 korban dalam keadaan meninggal dunia.

Pencarian para korban hilang pun, kata dia, dilakukan dengan hati-hati mengingat hujan masih turun yang berpotensi membuat susulan erupsi Gunung Semeru.

Baca juga  TNI AU Kerahkan Prajurit dan Alutsita Bantu Atasi Erupsi Semeru

Pada Rabu (7/12), pencarian akan difokuskan di Desa Curah, Desa Kajar Kuning, area penambangan pasir, Kampung Renteng, dan Kampung Bondeli.

“Rencananya untuk masing-masing wilayah kita akan menggerakkan kurang lebih 50 personil. Tidak menutup kemungkinan kita akan kita mengembangkan sesuai dengan informasi yang kita dapat, akan kita kembangkan ke tempat lain yang mungkin lebih jelas,” katanya.

Pencarian korban hilang secara lebih mendetil akan didasarkan pada laporan anggota keluarga yang terhimpun di posko.

“Yang jelas bahwa titik berat pencarian terutama di daerah-daerah yang sudah kita dapatkan informasi dari keluarga, sesuai dengan jumlah orang yang masih hilang,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar