Cuan Kripto Sambil Main Game, Gimana Caranya?

Cuan Kripto Sambil Main Game, Gimana Caranya? - inilah.com

Bermain game mendapatkan aset kripto bukan cuma khayalan lagi di tahun 2021. Ya, berkat adanya aset digital dalam bentuk yang disebut Non-Fungible Token atau NFT.

NFT Gaming sendiri merupakan upaya untuk mendapatkan uang kripto dengan bermain game atau kerap disebut play-to-earn (bermain untuk menghasilkan).

Gerakan “play-to-earn” adalah fenomena yang belakangan ini muncul di industri game. Para pemain game NFT akan mengumpulkan aset atau hadiah di dalam game yang nantinya dapat ditukarkan menjadi uang tunai nyata.

Konsep “play-and-earn” sebenarnya sudah digemakan oleh Andre Conje pada September 2020 lalu. Andre Conje adalah mantan pengacara, otak di balik Yearn.Finance (YFI).

Dalam dunia game, aset NFT akan bisa ditukar atau bahkan berbentuk mata uang virtual. Nantinya, mata uang kripto itu bisa ditukarkan lagi dengan uang asli di platform penukaran yang mendukung game tersebut.

Saat ini ada banyak judul game yang masuk dalam kategori game NFT salah satunya adalah Sorare. Sorare akan memberikan kebebasan kepada untuk membuat sebuah tim sepak bola dari para pemain top dari liga-liga di seluruh dunia dalam satu tim.

Baca juga  Anak yang Tidak Disunat Berisiko Terinfeksi Saluran Kemih

Hal ini bisa dibilang cukup baru dan berpotensi mengubah pandangan orang tentang game, begitu juga para gamers yang sering menghabiskan uangnya membeli berbagai in-game item favorit.

Sebab biasanya, para pemain membeli item di dalam game, tidak bisa mengambil kembali uang yang mereka gunakan.

Artinya, sekali mereka menghabiskan uang sungguhan di dalam game, maka uang tersebut akan sirna dan tak bisa kembali.

Dengan adanya NFT, gamers memiliki peluang untuk menukarkan uang di dalam game yang telah mereka investasikan tersebut dengan uang asli.

Selain itu, mereka juga bisa bermain game sembari mendulang pendapatan sebanyak-banyaknya, tentunya dengan membeli, mengumpulkan, atau membuat suatu aset berharga di dalam sebuah game yang telah mengadopsi NFT.

Game NFT adalah masa depan

Sebagaimana diberitakan Bloomberg, Salah satu game populer yang menerapkan mekanisme NFT adalah game peliharaan mirip Pokemon besutan Sky Mavis, Axie Infinity.

Di dunia virtual Axie Infinity, pemain mengarahkan makhluk yang disebut Axies — berdasarkan ikan berjalan Meksiko yang disebut axolotl — untuk mendapatkan koin.

Baca juga  Pulihkan Ekonomi Lewat Wirausaha Mandiri

Pengguna aktif harian Axie Infinity telah menembus angka dari 30.000 pada April tahun ini menjadi lebih dari 1 juta pada Agustus, dengan sebagian besar masuk dari negara-negara berkembang yang terpukul keras oleh Covid, termasuk Filipina, Brasil, dan Venezuela.

Peningkatan itu dipicu oleh tingkat pengangguran dan dampak dari pandemi yang fluktuatif. Game NFT Axie Infinity inilah yang dijadikan alternatif untuk memperoleh penghasilan. 

Di sana, pemain bisa mengumpulkan aset berharga yang bernama Small Love Potion (SLP), yang bisa didapatkan dengan mengalahkan pemain lainnya dengan cara bertarung.

Mekanisme bertarung sendiri akan mengandalkan binatang peliharaan yang dibeli oleh masing-masing pemain yang dijuluki “Axies”.

Kemudian, SLP yang terkumpul akan bisa ditukarkan dengan aset mata uang kripto terlebih dahulu, baru nanti dikonversikan ke mata uang asli.

Kemudian, ada Guild of Guardians, game alih peran (RPG) yang memungkinkan pemain mengumpulkan aset NFT dengan membasmi monster hingga beragam barang unik yang bisa dipakai di dalam game.

Sebagai tambahan informasi, Sebenarnya NFT sudah ada sejak 2014, namun keberadaannya semakin dipandang setelah salah satu seniman digital bernama Mike Winklemann atau akrab dikenal dengan nama panggung Beeple menjual karyanya dalam bentuk NFT yang bertajuk “Everyday: The First 5000 Days” dengan harga tertinggi senilai 69,3 juta Dolar AS pada Maret 2021. Dilanjutkan dengan gim berbasis NFT CryptoKitties.

Baca juga  Amal Bisa Pakai Uang Kripto, Caranya Gimana?

CryptoKitties adalah salah satu game blockchain yang paling awal yang diciptakan. Game ini memungkinkan pengguna untuk membiakkan dan mengumpulkan anak kucing virtual di blockchain Ethereum. Bagi mereka yang mungkin ingin membandingkan ini dengan Axie Infinity, CryptoKitties tetap sangat populer mencapai kisaran $30.000 USD dalam penjualan harian menurut data yang berasal dari sius NonFungible.

Layaknya memiliki binatang peliharaan di dunia fisik, seekor kucing digital bakal memiliki identitas (token) unik untuk menunjukkan bahwa kucing tersebut dimiliki sepenuhnya oleh seorang pengguna.

Kedepannya jika melihat potensi NFT akan menjadi kesempatan besar bagi para kreator bertalenta untuk menunjukkan passion dan kreativitas yang dimiliki, dan menjadi strategi dalam mendorong bisnis kreatif di Indonesia.

Tinggalkan Komentar