Culik Misionaris, Geng Haiti Minta Tebusan Rp 239 Miliar

Culik Misionaris, Geng Haiti Minta Tebusan Rp 239 Miliar - inilah.com
Geng Haiti Menculik Misionaris Amerika

Sekelompok misionaris Kristen asal Amerika Serikat (AS) diculik geng Haiti, dan mereka meminta tebusan 1 juta dolar AS (sekitar Rp14,1 miliar) per orang. Total ada 17 orang yang diculik, 16 berasal dari AS dan seorang lainnya dari Kanada.

Ada pula anak-anak yang masih berusia 8 bulan, 3 tahun, 13 tahun, dan 15 tahun. Dengan demikian, nilai total tebusan mencapai Rp239,7 miliar.

Dilansir Al Jazeera, pejabat tinggi Haiti menyampaikan, penculikan terjadi pada 16 Oktober oleh salah satu anggota geng Mawozo.

Pada April lalu, geng Mazowo juga menculik sekelompok tokoh Katolik, yang terdiri dari lima pastor, dua biarawati, dan tiga kerabat mereka. Mereka akhirnya dibebaskan setelah uang tebusan dibayarkan.

Baca juga  Ribuan Imigran Asal Timur Tengah di Puncak Belum Divaksin

Sedikitnya, terdapat 328 penculikan dilaporkan ke Kepolisian Nasional Haiti sepanjang delapan bulan pertama 2021. Sepanjang 2020 dilaporkan ada sekitar 234 kasus penculikan, demikian laporan Kantor Terpadu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Haiti.

Misionaris AS dan Kanada yang diculik di Haiti selama akhir pekan ternayata sedang dalam misi kemanusiaan membantu membangun kembali rumah setelah gempa bumi Agustus di Haiti, menurut organisasi mereka yang berbasis di Ohio yang memiliki proyek bantuan di seluruh dunia.

Christian Aid Ministries (CAM) mengatakan pada Selasa bahwa 17 tawanan di antaranya lima anak-anak, satu baru berusia delapan bulan, telah mengunjungi panti asuhan yang didukung organisasi itu ketika mereka diculik Sabtu di luar ibu kota Port-au-Prince, dikutip dari Reuters.

Baca juga  Densus 88 Beberkan Peran Farid Okbah Cs dalam Pendanaan Teroris JI

CAM mengatakan pekerjaan misionaris di Haiti termasuk membagikan Alkitab dan literatur Kristen, memberi makan orang tua dan mendapatkan obat-obatan ke klinik.

FBI berupaya keras untuk menemukan sekelompok misionaris Kristen Amerika dan Kanada yang diculik di Haiti akhir pekan lalu. Hal ini diungkapkan juru bicara Gedung Putih Jen Psaki.

“FBI adalah bagian dari upaya pemerintah AS yang terkoordinasi untuk menempatkan warga AS ke tempat yang aman. Kedutaan Besar AS di Port-au-Prince berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat, dan memberikan bantuan kepada keluarga,” ujar Psaki, dilansir Anadolu Agency, Selasa (19/10/2021).

Psaki menambahkan, Presiden AS Joe Biden telah menerima informasi tentang penculikan itu. Sejauh ini Gedung Putih tidak mengonfirmasi rincian tambahan tentang kegiatan FBI, karena operasi pencarian sedang berlangsung.

Baca juga  AHY: Putusan PTUN Jakarta Simbol Kemenangan Demokrasi

Tinggalkan Komentar