Dadang, Potret Pengemudi Ojol Berjuang untuk Sambung Napas Anak

Dadang, Potret Pengemudi Ojol Berjuang untuk Sambung Napas Anak - inilah.com

Pengemudi ojek online menjadi salah satu yang terdampak pandemi.

Salah satunya yang dialami Dadang. Seorang pengemudi ojek online kerap menunggu orderan penumpan hingga tengah malam.

Menyempatkan diri istirahat di jalanan adalah sebuah hal yang penting ketika lelah menghampiri.

Pundi-pundi rupiah yang dikumpulkan pun tidak langsung menggunung.

Himpitan ekonomi, kebutuhan sehari-sehari menjadi tanggung jawab yang dipikulnya sebagai kepala rumah tangga.

Urusan harian tersebut belum usai. Dia harus ekstra keras untuk mencari penghasilan guna biaya kesehatan buah hatinya.

Bernama Fakih, buah hati Dadang saat ini tengah berjuang melawan ratusan bakteri di dalam tubuh mungilnya.

Tanpa perawatan intensif di NICU, ia bisa alami kerusakan otak permanen karena kurangnya asupan oksigen di otak. Keselamatan bayi merah ini pun terancam.

Baca juga  Jenguk Korban Kecelakaan Transjakarta, Anies Tanggung Biaya Pengobatan

Cobaan bertubi-tubi menghantam Dadang di tengah merebaknya pandemi ini.

Anak Kerap Sesak Napas

Setelah terkena PHK, Dadang kembali didera cobaan berat.

Fakih, anak ketiganya lahir dengan kondisi kritis. Ia keracunan air ketuban sang ibu.

Saat lahir beratnya hanya 2,3 kg, badannya pun menguning hingga harus segera dipindah ke NICU untuk perawatan intensif.

Baru tujuh hari dirawat, ia terpaksa dibawa pulang ke rumah karena mahalnya biaya perawatan dan pemasangan alat bantu napas (CPAP).

istri Dadang, Inelza juga tak punya pilihan lain. Ia berusaha tegar demi ketiga anaknya.

Setiap pagi, saat menjemur bayi Fakih di teras kontrakan, seringkali si kecil sesak.

Detak jantung Bu Inelza seakan berhenti karena takut anaknya berhenti bernapas.

Baca juga  Yuk, Dukung Gerakan Solidaritas Pekerja Industri Hiburan Terdampak Pandemi

Saat itu mulutnya tak henti berdoa, berharap keselamatan masih menyertai bayinya, agar ia bisa tumbuh seperti kedua kakaknya dan terhindar dari ancaman kerusakan otak seperti yang dikatakan Dokter.

Demi bayinya bertahan, Dadang yang baru kehilangan pekerjaan tak lantas menyerah.

Dokter bilang, kerusakan otak permanen akibat kekurangan oksigen di otak bisa terjadi jika Fakih tak dirawat intensif.

Sulitnya Mencari Sesuap Nasi

Setelah di-PHK, ia mencoba peruntungan menjadi driver ojek online.

Namun, penghasilannya masih sangat kurang karena sepinya pelanggan.

Jangankan untuk bayar kontrakan 650 ribu/bulan, bisa membeli nasi bungkus untuk anak-anak saja ia sudah sangat bersyukur.

Seringkali ia tertidur di jalanan hingga larut malam karena menunggu orderan.

Beban Dadang saat ini sangat besar. Keselamatan dan nasib masa depan Fakih masih dalam tanda tanya.

Baca juga  Fasilitas Sanitasi Penting untuk Ubah Gaya Hidup jadi Sehat

Tagihan rumah sakit yang mencapai puluhan juta juga belum terbayar.

Setiap hari, ia dihantui ketakutan terusir dari kontrakan jika tak sanggup membayar uang sewa bulan ini.

Solusi untuk Dadang

Hanya doa dan senyum ketiga anaknya yang jadi penguat ikhtiar Dadang saat ini.

Berharap rupiah segera terkumpul, Dadang terus memacu motornya melawan hujan dan panas.

Angan-angannya untuk memeluk si kecil dengan tubuh yang sehat membuat instingnya sebagai ayah terus mencari cara menyelamatkan si kecil.

Tanpa bantuan kita, itu adalah sebuah kemustahilan. Pada Jumat, (20/08/2021) yang penuh berkah ini, Anda bisa ikut berpartisipasi membantu Dadang untuk kesembuhan buah hatinya melalui laman kitabisa.

Tinggalkan Komentar