Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

Daftar Bersamaan ke KPU, Gerindra-PKB Dinilai Kompak

Senin, 08 Agu 2022 - 14:32 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Prabowo Cak Imin daftar kpu - inilah.com
(Foto: dok instagram @cakiminow)

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu 2024 secara bersama-sama ke Gedung KPU, Senin (8/8/2022).

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memimpin langsung pendaftaran ini.

Menanggapi pendaftaran Gerindra-PKB secara bersamaan ini, pendiri lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, memberikan komentar melalui akun twitternya. Dengan menukil link berita dari salah satu situs online, Saiful memberikan komentar bernada miring.

“Cak Imin @GusMuhaimin, bukannya sahabat kepercayaan anda, faisol reza, pernah jadi korban penculikan prabowo?” tulis Saiful dalam akun twitternya.

Baca juga
Prabowo ke Jokowi : Kita Harus Teruskan

Terpisah, Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI) Abdul Hakim MS, memberikan tanggapan terkait pendaftaran Gerindra-PKB tersebut.

“Pendaftaran yang dilakukan secara bersamaan ini, hemat saya, menunjukkan bahwa Gerindra-PKB ingin menunjukkan keseriusan berkoalisi menghadapi pemilu 2024. Setelah sempat menyatukan pandangan beberapa waktu lalu, pendaftaran Gerindra-PKB yang dilakukan secara bersamaan ini mempertegas keseriusan mereka,” kata dia saat dihubungi, Senin (8/8/2022).

Hakim melanjutkan, keseriusan koalisi ini tak lain untuk bisa memenuhi ambang batas presidential threshold 20 persen yang menjadi syarat minimum untuk bisa mengusung Capres-cawapres pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

“Kursi mereka berdua kalau diagabungkan sudah memadai. Jumlahnya sudah 23,7 persen. Itu sudah lebih dari cukup untuk mengusung pasangan capres-cawapres” ujarnya.

Baca juga
Usut Mafia Migor, Jaksa Diwanti-wanti Tidak Ditunggangi Kepentingan Politik

Hakim mengharapkan, lembaga survei akan lebih elok jika berbicara substansi.

“Ada baiknya lembaga survei menahan diri untuk memberikan komentar di luar ranah keahliannya. Sudah saatnya lembaga survei harus lebih banyak bicara substansi, memberikan data faktual tentang realitas politik yang ada kepada masyarakat berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh masing-masing lembaga. Sikap nyinyir itu jauh dari semangat lembaga survei yang kredibel, akademis, dan berdasarkan data,” terang Hakim.

Tinggalkan Komentar