Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

Daftar Caleg Gagal PDIP Masuk Direksi BUMN Bertambah di Antam

Minggu, 26 Des 2021 - 18:29 WIB
Daftar Caleg Gagal PDIP Masuk Direksi BUMN Bertambah di Antam

Dari jajaran direksi anyar PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, salah satunya adalah caleg gagal PDIP dari Jabar III. Menambah panjang daftar politisi jadi petinggi BUMN.

Ada satu nama direksi yang cukup menjadi sorotan. Yakni Basar Simanjuntak yang ditunjuk sebagai Direktur Sumber Daya Manusia: Antam. Dari penelusuran Inilah.com, Basar Simanjuntak adalah Caleg gagal PDIP untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) III pada Pemilu Legislatig (Pileg) 2019.

Selain itu, Basar Simanjuntak adalah petinggi di Ikatan Alumni (IA) ITB, sama halnya dengan Stafsus Kementerian BUMN Arya Sinulaingga yang menjabat Sekjen IA ITB.

Direktur Eksekutif Center of Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mempertanyakan proses rekrutmen para direksi Antam oleh Menteri BUMN Erick Thohir. “Kita tunggu saja apa gebrakan dari direksi Antam sekarang. Kalau miskin gebrakan berati memang tidak profesional. Memang ada masalah dalam proses rekrutmennya,” kata Uchok kepada Inilah.com, Minggu (26/12/2021).

Masuknya Basar memperpanjang daftar akomodir politik dari para caleg PDIP di manajemen BUMN. Sebelumnya ada nama Darmawan Prasdojo yang juga caleg gagal PDIP dari Dapil Jateng V pada Pileg 2014. Hanya saja, Mas Darmo sapaan akrab Darmawan Prasodjo lebih mujur lantaran dirinya ditunjuk sebagai Dirut PLN.

Baca juga
Ngawur, Anak Buah Erick Thohir Klaim Tambahan 8,7 Juta Lapangan Kerja

Managing Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengaku tidak kaget dengan keputusan Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk kader PDIP masuk BUMN,

“Kan sejak lama saya selalu kritisi bagaimana menteri BUMN kita ini. Banyak relawan Jokowi masuk komisaris BUMN. Sekarang malah Dharmawan yang disebut-sebut kader PDIP itu, ditunjuk sebagai direktur utama PLN,” ungkap Anthony, beberapa waktu lalu.

Dia bilang, BUMN di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan sulit berkelit dari stigma sapi perah. Lantaran itu tadi, terlalu banyak relawan yang masuk di jajaran komisaris bahkan direksi BUMN. “Oke, katakanlah Dharmawan itu profesional. Orangnya pinter. Tapi bagaimana dia bisa melawan kepentingan politik yang mengarah kepadanya. Saya kira sulit sekali,” tuturnya.

Baca juga
Pemerintah Kucurkan PMN Rp35 Triliun untuk Tujuh BUMN

Masalah ini, menurut Anthony, dikhawatirkan berdampak kepada kinerja perusahaan. Apalagi PLN adalah BUMN sektor energi lsitrik yang menyangkut kepentingan orang banyak.

Ketika ada proyek pengadaan atau pembangunan infrastruktur kelistrikan bernilai triliunan, lanjutnya, berpotensi terjadi KKN. “Soal potensi KKN harus menjadi catatan. Karena orang partai yang dipercaya menjadi dirut BUMN strategis. Kita enggak menuduh cuman khawatir saja,” paparnya.

 

 

Tinggalkan Komentar