Selasa, 12 Mei 2026 | 24 Dzulqa'dah 1447
inilah.comototeknogadget7 HP Termurah di Dunia, Cuma Rp13 Ribuan Beneran Ada!

7 HP Termurah di Dunia, Cuma Rp13 Ribuan Beneran Ada!

avarani.png
Minggu, 3 Mei 2026 - 10:00 WIB
Share
Ilustrasi dua HP termurah di dunia (Foto: picclick dan bunniestudios)

Ilustrasi dua HP termurah di dunia (Foto: picclick dan bunniestudios)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Perkembangan teknologi HP kini memang melesat pesat, menghadirkan fitur-fitur canggih, seperti kamera AI hingga 200MP, layar 144Hz, baterai besar, dan RAM berkapasitas tinggi

Namun, kemajuan ini juga diikuti oleh meningkatnya biaya produksi akibat kompleksitas teknologi dan kelangkaan komponen, sehingga harga HP flagship semakin mahal. 

Menariknya, ada juga lho HP termurah di dunia yang harganya benar-benar di luar nalar, bahkan bisa lebih murah dari segelas kopi yang biasa Anda beli. 

Meski dibanderol sangat rendah, HP-HP ini tetap dibekali fitur yang cukup layak dan masih sebanding dengan harga yang ditawarkan, sehingga tetap bisa digunakan untuk kebutuhan dasar.

Bagi Anda yang penasaran dengan bagaimana produsen menghadirkan HP super murah dengan fitur yang tetap fungsional, deretan HP termurah di dunia ini bisa menjadi referensi menarik untuk disimak.

Daftar HP Termurah Di Dunia 

Berikut adalah deretan HP dengan harga paling murah yang pernah menarik perhatian dunia, baik karena harganya yang tidak masuk akal maupun konsepnya yang unik:

1. Gongkai

Gongkai (Foto: bunniestudios)
  • Harga: Sekitar US$12 (Rp120.000 – Rp150.000)
  • Tahun rilis: Sekitar 2013
  • Perusahaan: Tidak ada perusahaan tunggal (ekosistem Shanzhai)
  • Negara: Tiongkok
  • Fitur: Feature phone GSM, chipset MediaTek MT6250DA & Vanchip VC5296, layar OLED sederhana, Bluetooth, MP3 player, USB, desain casing sederhana/transparan, quad-band GSM

Gongkai adalah istilah yang merujuk pada ponsel fitur (feature phone) super murah asal Tiongkok yang sempat populer sekitar tahun 2013. 

Ponsel ini menarik perhatian karena harganya yang sangat rendah, yakni sekitar US$12 atau setara dengan kurang dari Rp150.000 pada kurs saat itu. 

Kata “Gongkai” sendiri berasal dari transliterasi bahasa Mandarin yang berarti “terbuka” atau open-source, yang menggambarkan ekosistem inovasi terbuka di Tiongkok. 

Ponsel ini banyak ditemukan di pasar elektronik China, khususnya di Mingtong Digital Mall pada periode tersebut. 

Menariknya, tidak ada satu perusahaan tunggal yang memproduksi HP ini. 

Gongkai bukanlah merek dagang, melainkan hasil dari ekosistem Shanzhai di Shenzhen, yaitu sistem produksi ponsel lokal atau tiruan di mana berbagai vendor kecil bekerja sama secara terbuka dalam mengembangkan dan merakit komponen.

Secara fitur, Gongkai bukanlah smartphone, melainkan feature phone berbasis jaringan GSM. 

Perangkat ini menggunakan chipset, seperti MediaTek MT6250DA dan Vanchip VC5296, dengan layar OLED sederhana. 

Untuk konektivitas, ponsel ini sudah mendukung quad-band GSM, Bluetooth, pemutar MP3, serta port USB. 

Dari segi desain, Gongkai sering tampil dengan casing transparan atau plastik sederhana yang dapat dilepas-pasang. 

Harga ecerannya sekitar US$12 atau sekitar Rp120.000 hingga Rp150.000, bahkan dalam beberapa laporan harga grosirnya bisa turun hingga di bawah US$10 USD.

Alasan utama Gongkai bisa menjadi salah satu HP termurah di dunia adalah karena ekosistem terbuka (Gongkai) itu sendiri. 

Komponen diproduksi massal dengan biaya sangat rendah dan desain teknisnya dibagikan secara bebas di antara produsen kecil. 

Selain itu, tidak ada biaya lisensi mahal atau sertifikasi kompleks, serta penggunaan komponen dasar yang fungsional tanpa fitur canggih seperti smartphone modern.

2. Docoss X1

Docoss X1 (Foto: etimg)
  • Harga: INR 888 (sekitar Rp170.000 – Rp180.000)
  • Tahun rilis: 2016
  • Perusahaan: Docoss Multimedia Private Limited
  • Negara: India
  • Fitur: Layar 4 inci IPS, prosesor dual-core 1.2GHz, RAM 1 GB, memori 4 GB (expandable), kamera 2 MP + 0.3 MP, Android KitKat, baterai 1300 mAh, 3G, Wi-Fi, Bluetooth, dual SIM

Docoss X1 adalah smartphone Android yang sempat menghebohkan dunia teknologi pada tahun 2016 karena harganya yang sangat murah. 

Pada masanya, perangkat ini disebut sebagai salah satu smartphone termurah di dunia. 

Ponsel ini diproduksi oleh Docoss Multimedia Private Limited, sebuah startup yang berbasis di Jaipur, Rajasthan, India. 

Peluncurannya dilakukan pada akhir April 2016, sekitar tanggal 27-28 April, dan mulai dipasarkan secara online.

Harga yang ditawarkan benar-benar mencuri perhatian, yakni hanya INR 888 (Rupee India), yang jika dikonversikan saat itu sekitar Rp170.000 hingga Rp180.000. 

Dengan harga tersebut, spesifikasi yang ditawarkan tergolong cukup untuk HP kelas entry-level

Docoss X1 hadir dengan layar 4 inci beresolusi antara 400x480 hingga 480x854 piksel dengan panel IPS.

Performa ditenagai prosesor dual-core 1.2GHz Cortex A7, didukung RAM 1 GB dan penyimpanan internal 4 GB yang masih bisa diperluas hingga 32 GB melalui microSD.

Untuk fotografi, tersedia kamera belakang 2 MP dan kamera depan 0,3 MP. Sistem operasinya menggunakan Android 4.4.2 KitKat, dengan baterai berkapasitas 1300 mAh. 

Dari sisi konektivitas, ponsel ini sudah mendukung jaringan 3G, Wi-Fi, Bluetooth, serta fitur dual SIM. 

Harga murahnya bisa tercapai karena strategi bisnis direct-to-consumer, yaitu menjual langsung ke pengguna melalui online dan SMS tanpa banyak perantara. 

Perusahaan juga menegaskan bahwa model bisnis mereka berbeda dari kasus Freedom 251 yang kontroversial.

3. iPhone 3G Jerman

iPhone 3G Jerman (Foto: techradar)
  • Harga: €99 – €169 (dengan kontrak), promosi ekstrem sekitar US$1.5 atau Rp13.500
  • Tahun rilis: 2008
  • Perusahaan: Apple Inc. (diproduksi oleh Foxconn)
  • Negara: Jerman (melalui T-Mobile)
  • Fitur: 3G HSDPA, A-GPS, iPhone OS 2.0 (App Store), layar 3.5 inci, kamera 2 MP, desain polycarbonate, konektivitas cepat

iPhone 3G merupakan generasi kedua dari iPhone yang dirancang oleh Apple sebagai penerus iPhone pertama (2G). 

Istilah “iPhone 3G Jerman” merujuk pada unit yang dijual resmi di Jerman melalui kerja sama eksklusif antara Apple dan operator T-Mobile. 

Ponsel ini diperkenalkan pada 9 Juni 2008 dalam acara WWDC 2008, lalu dirilis secara resmi pada 11 Juli 2008 di Jerman dan 21 negara lainnya.

iPhone 3G diproduksi oleh Apple Inc. dengan Foxconn sebagai mitra manufaktur. 

Dari sisi fitur, perangkat ini membawa peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya, terutama dengan dukungan jaringan 3G (HSDPA/UMTS) yang jauh lebih cepat. 

Selain itu, iPhone 3G juga dilengkapi fitur Assisted GPS (A-GPS) untuk navigasi. Dari sisi perangkat lunak, iPhone ini menjalankan iPhone OS 2.0 yang memperkenalkan App Store, yang kemudian menjadi ekosistem aplikasi terbesar di dunia.

Desainnya menggunakan bodi belakang melengkung berbahan plastik (polycarbonate) dengan pilihan warna hitam dan putih, serta bingkai logam. 

Kamera yang disematkan memiliki resolusi 2 MP tanpa autofokus maupun perekaman video bawaan. Layarnya berukuran 3,5 inci dengan resolusi 480x320 piksel.

Di Jerman, harga iPhone 3G menggunakan skema subsidi operator T-Mobile. 

Meskipun ada laporan promosi ekstrem sekitar US$1,5 atau sekitar Rp13.500 berdasarkan kurs pada saat itu, harga resminya berkisar €99 hingga €169 dengan kontrak dua tahun yang cukup mahal. 

Strategi subsidi ini membuat iPhone 3G terlihat sangat murah di awal (down payment rendah), karena sebagian besar biaya ditanggung operator dan dibayar melalui paket bulanan.

4. Hop 1800 (Nokia 1800)

Hop 1800 (Nokia 1800) (Foto: ebay)
  • Harga: Rp300.000 – Rp500.000
  • Tahun rilis: 2010
  • Perusahaan: Nokia
  • Negara: Finlandia
  • Fitur: Layar TFT 1.8 inci, radio FM, senter, speakerphone, MP3 ringtone, baterai tahan lama (hingga 30 hari standby), desain tahan banting

Nokia 1800 adalah ponsel feature phone dasar yang dirilis oleh Nokia pada tahun 2010. Ponsel ini dikenal luas sebagai salah satu HP termurah sekaligus paling tangguh di masanya. 

Harga saat peluncuran berada di kisaran Rp300.000 hingga Rp500.000, menjadikannya pilihan populer terutama di negara berkembang.

Ponsel ini mengusung desain candybar klasik dan difokuskan pada fungsi dasar komunikasi, seperti telepon dan SMS, dengan tambahan fitur sederhana namun berguna. 

Nokia 1800 dilengkapi layar TFT berwarna berukuran 1,8 inci, radio FM (bahkan beberapa varian memiliki antena internal), senter (flashlight), speakerphone, serta nada dering MP3.

Salah satu keunggulan utama perangkat ini adalah daya tahan baterainya yang sangat lama, dengan waktu standby yang bisa mencapai hingga 30 hari. 

Hal ini membuatnya sangat cocok untuk pengguna yang membutuhkan perangkat tahan lama dan praktis tanpa fitur kompleks seperti kamera atau internet. 

Harga murahnya berasal dari penggunaan komponen sederhana dan fokus pada kebutuhan dasar pengguna.

5. Freedom 251

Freedom 251 (Foto: theverge)
  • Harga: 251 Rupee (Rp50.000 – Rp53.000)
  • Tahun rilis: 2016
  • Perusahaan: Ringing Bells Private Limited
  • Negara: India
  • Fitur: Layar 4 inci qHD, prosesor quad-core 1.3GHz, RAM 1 GB, memori 8 GB (expandable), kamera 3.2 MP + 0.3 MP, Android Lollipop, baterai 1450 mAh, 3G, Wi-Fi, Bluetooth, GPS

Freedom 251 adalah salah satu kisah paling kontroversial dalam dunia teknologi, yang sempat dijuluki sebagai “HP termurah di dunia”. 

Ponsel ini diumumkan pada 17-18 Februari 2016 oleh perusahaan Ringing Bells Private Limited yang berbasis di Noida, India. 

Rencana awalnya, pengiriman akan dilakukan pada Juni 2016, namun terus mengalami penundaan.

Harga yang ditawarkan benar-benar mencengangkan, yakni hanya 251 Rupee (sekitar US$3,74–$4), atau setara dengan Rp50.000 hingga Rp53.000. 

Dengan harga tersebut, spesifikasinya justru terlihat cukup layak untuk kelas entry-level. 

Freedom 251 dibekali layar 4 inci IPS qHD (960x540 piksel), prosesor quad-core 1.3 GHz, RAM 1 GB, dan memori internal 8 GB yang dapat diperluas hingga 32 GB.

Untuk kamera, tersedia kamera belakang 3,2 MP dan kamera depan 0,3 MP. Baterainya berkapasitas 1450 mAh, dan sistem operasinya menggunakan Android 5.1 Lollipop. 

Ponsel ini juga sudah mendukung konektivitas 3G, Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS.

Namun, di balik harga murahnya, terdapat banyak kontroversi. Perusahaan mengklaim harga rendah ini berasal dari strategi subsidi dan keuntungan dari volume penjualan besar serta kemitraan. 

Selain itu, Freedom 251 dipromosikan sebagai bagian dari kampanye “Made in India” untuk meningkatkan akses digital masyarakat. 

Sayangnya, kemudian terungkap bahwa unit yang dipamerkan kemungkinan hanyalah ponsel merek lain (Adcom) yang disamarkan. 

Perusahaan juga dianggap tidak memiliki kapasitas produksi memadai, hingga akhirnya kasus ini berujung pada penangkapan petingginya atas tuduhan penipuan.

6. Namotel Achhe Din

Namotel Achhe Din (Foto: indianexpress)
  • Harga: Rs 99 (sekitar Rp19.000 – Rp20.000)
  • Tahun rilis: 2016
  • Perusahaan: Namotel
  • Negara: India
  • Fitur: Layar 4 inci (480x800), prosesor quad-core 1.3 GHz, Android 5.1 Lollipop, RAM 1 GB, memori 4 GB (expandable hingga 32 GB), kamera belakang 4 MP (atau 2 MP), kamera depan VGA, 3G, dual SIM, baterai 1325 mAh

Namotel Achhe Din adalah smartphone Android yang sempat menggemparkan dunia teknologi pada tahun 2016 karena diklaim sebagai salah satu HP termurah di dunia. 

Perangkat ini dirilis oleh perusahaan rintisan asal India bernama Namotel, yang mencoba menarik perhatian publik dengan menghadirkan smartphone berharga super rendah. 

Ponsel ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada Mei 2016, di tengah tren munculnya berbagai smartphone murah di India saat itu.

Meskipun dibanderol dengan harga yang sangat rendah, Namotel Achhe Din tetap menawarkan spesifikasi dasar yang cukup untuk ukuran smartphone entry-level pada masanya. 

HP ini hadir dengan layar 4 inci beresolusi 480 x 800 piksel, yang sudah cukup untuk penggunaan sehari-hari seperti membaca pesan atau browsing ringan.

Dari sisi performa, perangkat ini ditenagai prosesor quad-core 1.3 GHz dan menjalankan sistem operasi Android 5.1 Lollipop. 

Untuk mendukung multitasking, tersedia RAM sebesar 1 GB serta memori internal 4 GB yang masih dapat diperluas hingga 32 GB menggunakan kartu microSD.

Di sektor kamera, Namotel Achhe Din dibekali kamera belakang 4 MP, meskipun beberapa sumber menyebutkan hanya 2 MP, serta kamera depan VGA yang sangat sederhana. 

Dari sisi konektivitas, ponsel ini sudah mendukung jaringan 3G dan dilengkapi dengan slot dual SIM, sehingga cukup fleksibel untuk pengguna. Baterainya memiliki kapasitas 1325 mAh, yang tergolong kecil namun masih cukup untuk penggunaan ringan.

Nama “Achhe Din” sendiri berasal dari bahasa Hindi yang berarti “hari-hari yang baik”, mencerminkan harapan perusahaan untuk menghadirkan teknologi yang terjangkau bagi masyarakat luas. 

Saat diluncurkan, ponsel ini dibanderol dengan harga yang sangat tidak masuk akal, yaitu hanya Rs 99 (Rupee India), atau sekitar Rp19.000 hingga Rp20.000 jika dikonversikan saat itu. 

Harga ini menjadikannya salah satu HP paling murah yang pernah diumumkan.

Namotel Achhe Din bisa menjadi sangat murah karena dikaitkan dengan inisiatif “Make in India”, yang bertujuan mendorong produksi lokal sekaligus memperluas akses teknologi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. 

Selain itu, ponsel ini juga diposisikan untuk menyaingi perangkat murah lain seperti Freedom 251. 

Dalam strategi pemasarannya, perusahaan mengklaim bahwa harga asli ponsel ini sebenarnya adalah Rs 2.999, namun sengaja diturunkan menjadi Rs 99 sebagai bagian dari promo peluncuran untuk menarik perhatian pasar secara besar-besaran.

7. Alcatel OT-209

Alcatel OT-209 (Foto: picclick)
  • Harga: £14.95 (bisa turun hingga 99 pence / < US$2 atau Rp18.200)
  • Tahun rilis: 2011
  • Perusahaan: TCL Communication (pemegang lisensi Alcatel)
  • Negara: Tiongkok (dipasarkan global, termasuk Inggris)
  • Fitur: Layar 1.45 inci CSTN, baterai 500 mAh (tahan lama), radio FM, senter, speakerphone, SMS, kalkulator, game sederhana, jaringan 2G, tanpa kamera, tanpa Bluetooth, tanpa internet, desain ringan (68 gram)

Alcatel OT-209 adalah ponsel feature phone dasar yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan komunikasi paling sederhana, seperti menelepon dan mengirim SMS. 

Ponsel ini dikenal luas karena harganya yang sangat murah dan sering dijadikan sebagai ponsel cadangan atau perangkat sekunder. 

Dengan pendekatan yang sangat minimalis, Alcatel OT-209 menjadi salah satu contoh ponsel dengan biaya produksi yang sangat rendah namun tetap fungsional.

Ponsel ini pertama kali diumumkan pada Februari 2011 dan kemudian dirilis ke pasar pada Juli 2011. 

Alcatel OT-209 diproduksi oleh TCL Communication, yaitu perusahaan elektronik asal Tiongkok yang memegang lisensi untuk merek Alcatel. 

Dengan pengalaman dalam memproduksi perangkat komunikasi terjangkau, TCL mampu menghadirkan ponsel dengan harga sangat rendah namun tetap memenuhi kebutuhan dasar pengguna.

Dari segi spesifikasi, Alcatel OT-209 mengusung layar kecil berukuran 1,45 inci dengan teknologi CSTN yang mampu menampilkan hingga 65 ribu warna, dengan resolusi sekitar 128 x 128 piksel. 

Baterainya berkapasitas Li-Ion 500 mAh, yang meskipun kecil, mampu bertahan cukup lama hingga sekitar satu minggu dengan penggunaan moderat, menjadikannya sangat efisien.

Fitur yang disediakan juga sangat sederhana, meliputi radio FM, speakerphone, senter (flashlight), layanan SMS, kalkulator, serta beberapa game ringan bawaan. 

Dari sisi konektivitas, ponsel ini hanya mendukung jaringan 2G (GSM 900/1800), menggunakan mini-SIM, dan tidak dilengkapi dengan kamera, Bluetooth, maupun akses internet. 

Desainnya ringan dengan bobot hanya sekitar 68 gram dan menggunakan bentuk candybar klasik yang mudah digunakan.

Pada saat peluncuran, Alcatel OT-209 dibanderol dengan harga sekitar £14.95. 

Namun, di beberapa pasar seperti Inggris, ponsel ini sering dijual dalam paket pay as you go dengan harga yang sangat murah, bahkan bisa mencapai hanya 99 pence atau kurang dari US$2. 

Hal ini menjadikannya salah satu ponsel termurah yang benar-benar tersedia secara komersial.

Alasan utama Alcatel OT-209 bisa menjadi salah satu ponsel termurah adalah karena spesifikasinya yang ultra-dasar. 

Tidak adanya fitur, seperti kamera, Bluetooth, layar canggih, maupun internet membuat biaya produksinya sangat rendah. 

Selain itu, target pasarnya memang ditujukan untuk negara berkembang atau pengguna yang hanya membutuhkan fungsi komunikasi dasar tanpa fitur tambahan, sehingga efisiensi biaya menjadi fokus utama dalam desain dan produksinya.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com