Kamis, 30 Juni 2022
01 1444

Daihatsu Alami Kenaikan Market Share Tertinggi pada April 2022

Jumat, 20 Mei 2022 - 11:11 WIB
daihatsu market share
(dok. ADM)

Daihatsu mencetak pangsa pasar atau market share sebesar 19,5 persen pada year-to-date (YTD) April 2022, naik 2,4 persen dari YTD April 2021 sebesar 17,1 persen. Kenaikan tersebut diklaim menjadi kenaikan market share tertinggi di antara brand lain pada periode ini.

Sementara itu, pada sisi penjualan brand, Daihatsu berhasil mempertahankan posisi nomor dua penjualan otomotif nasional dengan raihan penjualan ritel sebanyak lebih dari 62 ribu unit hingga April 2022 atau naik 41,8 persen dari YTD April 2021.

“Daihatsu bersyukur dapat tetap mempertahankan posisi nomor dua penjualan otomotif nasional hingga April 2022 ini. Semoga pasar otomotif tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, serta pelanggan juga dapat melakukan pembelian mobil Daihatsu di saat yang tepat seperti saat ini,” ujar Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) dalam keterangannya kepada Inilah.com, Jumat (20/5/2022).

Baca juga
Komitmen Daihatsu Dukung Bulu Tangkis Lewat Indonesia Masters 2021

Dalam hal penjualan bulanan, segmen LCGC yang masih didukung oleh Diskon PPnBM DTP LCGC berdampak sangat positif terhadap Daihatsu.

Pada April 2022, penjualan total LCGC Daihatsu, yakni Ayla dan Sigra, mencapai 5.428 unit atau naik 13 persen dibandingkan Maret 2022 yang menjual 4.811 unit.

Sebagai informasi, pasar otomotif nasional mencatat raihan penjualan ritel sekitar 320 ribu unit pada April 2022, naik 24 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 sekitar 257 ribu unit.

Sedangkan secara bulanan, pasar otomotif sedikit mengalami koreksi pada April 2022 menjadi sekitar 81 ribu unit, atau turun 9 persen dibandingkan bulan Maret 2022 yang mencatat penjualan 81 ribu unit.

Baca juga
Daihatsu Tantang Modifikator Lewat Kontes Virtual Hingga ke Malaysia

Selain berhasil mencatat kenaikan market share yang tinggi, Hendrayadi juga menjelaskan Daihatsu masih tetap bisa menunjukkan performanya di tengah isu-isu terkini yang berdampak terhadap harga penjualan produk.

Isu-isu tersebut yakni kenaikan suku bunga oleh The Fed sebesar +50 bps yang menyebabkan keluarnya arus modal dan depresiasi mata uang, perang Rusia-Ukraina yang menghambat pertumbuhan ekonomi global, kenaikan harga bahan baku dan komoditas, pembatasan wilayah di China yang berdampak pada perlambatan perekonomian, menurunnya penjualan retail dan ekspor-impor, serta kelangkaan chip yang masih terjadi.

Alhamdulillah Daihatsu masih bisa mengatasi kelangkaan ini. Produksi kita masih bisa dilaksanakan dengan normal minimal dua shift,” ujar Hendrayadi.

Baca juga
Resmi Dibuka Hari Ini, IIMS 2022 Targetkan Transaksi Rp3 Triliun

“Daihatsu juga sampai sekarang, meskipun biaya produksi naik, tidak serta merta langsung menaikkan harga. Harga tetap masih belum naik. Kenapa? Karena Daihatsu selalu bisa melaksanakan efisiensi di segala bidang,” lanjut dia.

 

Tinggalkan Komentar