Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Daihatsu Kembali Dukung Konservasi Penyu di Kebumen

Rabu, 01 Des 2021 - 16:07 WIB
Daihatsu Penyu inilah.com

Astra Daihatsu Motor (ADM) terus membuktikan komitmennya dalam melestarikan lingkungan di bidang keanekaragaman hayati, salah satunya melalui konservasi penyu. Tepat di awal Desember 2021, ADM kembali meresmikan lokasi konservasi penyu ketujuh mereka yang kali ini berlokasi di pantai selatan Kebumen, Jawa Tengah.

Berdasarkan dari data yang dikeluarkan oleh World Wild Fund (WWF), populasi penyu Lekang atau Lepidochelys Olivacea hanya tinggal 800 ribu ekor. Semakin tahun populasi penyu Lekang kian berkurang karena diburu telurnya oleh manusia, dan dampak dari pencemaran sampah di laut.

Maka dari itu, ADM berkeinginan untuk melestarikan populasi dan habitat penyu di Indonesia, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Dirangkaikan dengan acara test drive All New Daihatsu Xenia bersama awak media, ADM memberikan sumbangsihnya dalam bentuk pembuatan pendopo dan bantuan lainnya.

Mengangkat tema Pilar Hijau Bersama Daihatsu, ADM ingin mewujudkan pelestarian lingkungan di bidang keanekaragaman hayati.

Apabila ditotal, kini ADM sudah mendukung tujuh lokasi konservasi penyu yakni di Pulau Pramuka yang bertempat di Taman Nasional Kepulauan Seribu (2013); Perancak, Bali (2013); Batu Hiu, Pangandaran (2015); Pasir Jambak, Padang (2017); Pantai Binasi, Sibolga (2019); Alun Utara, Bengkulu (2020); dan Jogosimo, Kebumen (2021)

Baca juga
Daihatsu Resmikan SMK Muhammadiyah Kutowinangun Menjadi DSSC

Marketing Director ADM Amelia Tjandra mengatakan Daihatsu tidak akan membiarkan populasi penyu punah di Indonesia. Sebab, masa bertelur penyu yakni 25 tahun sekali.

“Jadi penyu Lekang yang bertelur di tempat ini hanya akan melakukan proses kembangbiak selama 25 tahun sekali. Dan parahnya, manusia adalah predator penyu yang paling berbahaya dibandingkan hewan lainnya,” terangnya sebelum membuka acara potong pita Pendopo Sahabat Daihatsu, Rabu (1/12/2021).

Penyu

Tak hanya ingin melestarikan populasi penyu Lekang saja, menurut Amelia, ADM juga ingin konservasi penyu Lekang di Jogosimo, Kebumen, bisa memberikan manfaat edukasi kepada masyarakat.

“Saya percaya tempat ini akan menjadi kawasan destinasi wisata edukasi. Sebab penyu tidak melakukan kembangbiak di berbagai tempat. Hewan itu hanya akan memilih pantai mana saja yang cocok untuk bertelur. Salah satunya di Jogosimo ini,” ujarnya.

Ternyata, perjalanan hidup seekor penyu yang semula merupakan hewan peninggalan zaman dinosaurus, menginspirasi misi Daihatsu.

Baca juga
Daihatsu Alami Kenaikan Market Share Tertinggi pada April 2022

“Kami memiliki misi ingin menjadi salah satu pabrikan otomotif yang terus eksis melintasi zaman. Sama seperti penyu yang tetap bertahan hingga saat ini, meskipun dia sudah ada sejak zaman dinosaurus,” tegas Amelia.

Sementara itu, pengelola kawasan konservasi penyu Lekang di Jogosimo, Syarif, bercerita sudah mulai merintis konservasi penyu Lekang sejak 2015. Hal yang mendasari Syarif untuk menjaga telur penyu di Jogosimo, karena tidak ingin anak cucunya hanya melihat penyu dari dunia maya saja.

“Saya percaya, jika bisa memperjuangkan populasi penyu tempat ini akan disorot oleh dunia. Sebab, penyu hewan yang dilindungi, namun rentan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bagaimana tidak, ketika musim bertelur, telur penyu selalu diambil oleh manusia untuk dijual,” tuturnya.

Ia melanjutkan, telur penyu memiliki harga yang fantastis di pasar internasional. Sebab, telur penyu dipercaya bisa untuk obat mujarab dan bahan baku kosmetik.

“Sebelum saya dan teman-teman peduli terhadap konservasi penyu, telurnya selalu hilang dicuri. Akhirnya kami secara swadaya inisiatif untuk menjaga telur itu tiap malam supaya tidak dicuri orang. Karena penyu hanya kawin dalam kurun waktu 50 tahun sekali. Kalau dibiarkan seperti itu, lama-lama populasinya habis,” papar Syarif.

Baca juga
Operasikan Bengkel Siaga, Daihatsu Tetap Layani Pelanggan saat Natal dan Tahun Baru

Berkat hasil kerja kerasnya, tempat konservasi penyu yang diberi nama Rajendra Banawa Sekar ini, sudah mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kebumen pada 2018.

“Alhamdulillah tahun 2020 tanpa kami minta, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah memberikan Surat Keputusan (SK) kepada kami. Ini sebuah wujud apresiasi dan dukungan untuk teman-teman supaya lebih semangat lagi menjaga habitat dan populasi penyu di dunia. Terima kasih juga untuk Daihatsu yang sudah peduli dengan lokasi konservasi ini,” pungkas Syarif.

Tinggalkan Komentar