Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Dampak Tembakau juga Berbahaya Bagi Perokok Pasif

Jumat, 10 Jun 2022 - 22:37 WIB
Penulis : inilah
Editor : Fadly Zikry
Rokok Ilustrasi - inilah.com
Ilustrasi - dok Kemenko PMK

Konsumsi tembakau atau merokok dan urutan permasalahannya kerap diingatkan dalam berbagai edukasi kesehatan. Memperingati Hari Tembakau Dunia, dokter spesialis paru dari Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, dr Rudy Irawan Sp. P(K) mengatakan, dalam asap rokok zat yang paling membahayakan bagi perokok adalah kandungan ‘tar’ yang dihasilkan dari proses pembakaran zat kimia dan partikel padat (solid carbon) saat rokok dibakar

Ia menjelaskan, ada lebih dari 7 ribu macam senyawa kimia dalam ‘tar’, sebagian di antaranya berbahaya terhadap kesehatan. Dan setidaknya ada 250 zat di dalam batang rokok yang berbahaya, dan 69 jenis di antaranya diketahui bersifat karsinogenik, yaitu dapat menyebabkan kanker.

Berdasarkan laporan Southeast Asia Tobacco Control Alliance (Seatca) berjudul The Tobacco Control Atlas tahun 2019, sambungnya, jumlah perokok di Indonesia berjumlah 65,19 juta orang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak di Asia Tenggara.

Selain itu, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, jumlah perokok di atas 15 tahun sebanyak 33,8 persen dari jumlah tersebut 62,9 persen merupakan perokok laki-laki dan 4,8 persen perokok perempuan.

Baca juga
Hari Tanpa Tembakau Setiap Hari, Mungkinkah?

“Dari data tersebut dan dampak merokok aktif sama bahayanya dengan yang terpapar atau disebut perokok pasif. Ditemukan risiko terpapar penyakit atau gangguan kesehatan bagi perokok aktif maupun pasif adalah sama, satu banding satu,” kata Rudy pada sesi edukasi, Jumat (10/6/2022).

Rudy menambahkan, gangguan kesehatan yang sangat mungkin timbul bagi perokok aktif dan pasif adalah gangguan pernapasan, kanker paru, penyakit jantung kronis, stroke karena penyempitan pembuluh darah otak dan lain sebagainya.

Rudy mengingatkan, hal penting bagi masyarakat yang ingin sekali berhenti merokok adalah menciptakan kondisi lingkungan yang sehat dengan memulainya dari niat dan berkonsultasi kepada dokter.

“Selain hal itu adalah menghindari stress, berolahraga rutin dan pola makan serta pola istirahat yang baik bagi tubuh sekaligus berdoa kepada Yang Maha Kuasa,” tutur Rudy.

Baca juga
Lindungi Konsumen, BPKN Dukung Lahirnya Regulasi Produk Tembakau Alternatif

Perokok aktif pada hakekatnya menghisap dua jenis zat utama. Yaitu asap pembakaran dari tar dan nikotin. Keduanya berbahaya, dan asap sampingan yang paling berbahaya karena selain bisa terhirup manusia juga dapat hinggap di mana saja seperti baju, lengan, rambut dan lain-lain.

“Positif merokok hanya sejumlah 0,000001 persen, yaitu timbulnya efek relaksasi perasaan tenang yang semu pada saat menghisapnya, namun pada dasarnya hal tersebut merupakan pemenuhan kecanduan nikotin yang sudah ada dan terus mengirimkan signal terpenuhi dalam tubuh perokok,” tutur Rudy.

Rudy menambahkan, tradisi dan budaya merokok harus diubah untuk mengurangi dampak negatif dari rokok dan mengutamakan kemaslahatan masyarakat. Jika dilihat dari karakteristik dan perilakunya, upaya untuk mengatasi masalah rokok di Indonesia harus dilakukan berbagai pendekatan (pendekatan holistik) secara budaya, kesehatan, ekonomi, regulasi dan komunikasi. Pendekatan holistik ini diperlukan agar dalam penanganannya, dapat dipetakan bagaimana aspek tradisi dan budaya merokok mempengaruhi gaya hidup seseorang.

Baca juga
Wagub Akui Anies Kirim Surat ke Bloomberg, Tapi Tidak Minta Dana

Oleh karena itu, upaya mengatasi permasalahan merokok harus melibatkan semua pemangku kepentingan terkait, mulai dari pemerintah, masyarakat, praktisi kesehatan, akademisi, pelaku industri dan juga para perokok itu sendiri.

“Jika saat ini Anda masih aktif merokok, pertimbangkan untuk segera berhenti. Pasalnya, terdapat lebih dari 16 penyakit utama pada perokok yang dapat merusak kualitas hidup manusia. Misalnya seperti kerusakan atau gangguan paru-paru, penyakit jantung, kanker, rusaknya sistem reproduksi pada wanita, hingga kerusakan organ pada mulut dan tulang. Semua penyakit ini mengintai dan bisa mengancam nyawa,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar