Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Dana Asing Minggat Rp6,13 Triliun, Bhima Sebut Ada Faktor Perang Rusia-Ukraina

Dana Asing Minggat Rp6,13 T, Bhima Sebut Faktor Perang Rusia-Ukraina
Ekonom Celios, Bhima Yudhistira

Terkait dana asing pulang kampung Rp6,13 triliun, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut dampak perang Rusia-Ukraina.

Kepada Inilah.com, Jakarta, Sabtu (5/3/2022), Bhima menjelaskan, investor mempertimbangkan faktor risiko konflik Rusia dan Ukraina yang meningkat, sehingga keluar dari aset negara berkembang. “Ini terjadi khususnya di instrumen surat utang negara (SUN),” paparnya.

Dia bilang, investor berharap Bank Indonesia (BI) segera melakukan penyesuaian suku bunga. Sehingga risiko yang naik, bisa terkompensasi dengan kupon Surat Berharga Negara (SBN) yang lebih tinggi.

Berikutnya, lanjut Bhima, kekhawatiran inflasi meski data per Februari 2022 justru catatkan deflasi. “Namun, semuanya hanya persoalan waktu. Sebelum akhirnya terjadi inflasi yang lebih tinggi pada 1-3 bulan ke depan,” ungkapnya.

Baca juga
Di Tengah Konflik Rusia-Ukraina, Menko Airlangga Apresiasi Komitmen Eropa Perkuat Kerja Sama

Di pasar modal, lanjut Bhima. investor asing lebih tertarik masuk ke saham-saham berbasiskan komoditas, sebagai efek naiknya harga minyak mentah. “Namun demikian, kebijakan seperti DMO di sawit dan batubara, mungkin bisa menjadi penghambat laju net inflow, jika pemerintah memperbesar kuota penuhi alokasi di dalam negeri,” ungkapnya.

Dia bilang, volatilitas masih bisa terjadi di pasar keuangan, khususnya menjelang pengumuman penyesuaian suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed). “Apakah The Fed akan lakukan tapering off secara signifikan. Nah, berita ini yang sedang ditunggu investor global,” pungkasnya.

Dalam sepekan ini, BI merilis aliran modal asing keluar Rp6,13 triliun dari pasar keuangan domestik yang mayoritas berasal dari pasar surat berharga negara (SBN).

Baca juga
Bantu Pemulihan Pandemi, BI Beli SBN Senilai Rp17,81 Triliun

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan, terdapat modal asing keluar dari pasar SBN sebesar Rp8,3 triliun, namun terdapat aliran modal asing masuk di pasar saham senilai Rp2,17 triliun.

Dengan demikian, secara keseluruhan tercatat aliran modal asing keluar bersih Rp1,6 triliun di pasar SBN dan aliran modal asing masuk bersih Rp23,2 triliun di pasar saham sejak 1 Januari sampai 2 Maret 2022.

Premi risiko investasi atau credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun naik ke level 110,71 basis poin (bps) per 3 Maret 2022 dari 104,31 bps per 25 Februari 2022, sejalan dengan risk off di pasar keuangan global.

Baca juga
Fundamental IKN Nusantara Banyak Masalah, Investor Asing Melirik pun Tidak

Ia pun menyebutkan kurs dibuka pada level (bid) Rp14.370 per dolar AS pada pagi hari ini, sedikit menguat dari level Rp14.385 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (3/3/2022). Sementara, dolar AS turut menguat ke level 97,79.

 

Tinggalkan Komentar