Dapat Komitmen Investasi US$44,6 Miliar dari UEA, Menteri Bahlil Langsung Kerjakan 3 Hal

Dapat Komitmen Investasi US$44,6 Miliar dari UEA, Menteri Bahlil Langsung Kerjakan 3 Hal  - inilah.com
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia membeberkan komitmen investasi US$44,6 miliar atau setara Rp642,2 triliun hasil lawatan Presiden Joko Widodo ke Uni Emirate Arab (UEA), beberapa waktu lalu.

Komitmen di atas kertas ini, kata Menteri Bahlil, sudah termasuk Nota Kesepahaman Kementerian Investasi/BKPM dengan Air Products dari Amerika Serikat senilai US$15 miliar.

Dia bilang, pemerintah segera menyiapkan diri guna merealisasikan investasi dari UEA itu. Ada tiga poin utama, yakni investasi energi terbarukan, investasi membangun industri yang berbasis pengelolaan lingkungan yang baik dan investasi dengan kolaborasi yang baik.

“Dalam rangka melakukan respons cepat untuk mewujudkan konsep investasi bersama antara Indonesia dan UEA, kami telah diperintahkan mengurus seluruh hal terkait perizinan dan fasilitasi lain yang dibutuhkan investor UEA di Indonesia. Di bawah pimpinan Presiden serta Menko Kemaritiman dan Investasi, kami akan melakukan percepatan-percepatan untuk mewujudkan visi besar kedua negara,” papar Bahlil, Minggu (7/11/2021).

Baca juga  Inilah Jurnalisme Solusi, Naufan Punya Harapan Lagi

Menteri Bahlil mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan Forum Bisnis Indonesia-Uni Emirat Arab (UEA) di Dubai, UEA, Kamis (4/11/2021). Dalam pertemuan bisnis ini, hadir sembilan perusahaan UEA yang sudah memiliki minat investasi ke Indonesia baik untuk investasi baru maupun untuk perluasan.

Perusahaan menyampaikan komitmennya untuk menanamkan modal di Indonesia menambahkan perjanjian B-to-B (business-to-business) yang sudah dipertukarkan di depan pimpinan kedua negara.

Beberapa yang menyampaikan komitmen di antaranya Al Dahra Group (produk turunan susu), Yas Holding (agrikultur), Emirates Global Alumunium (smelter alumunium), Damac Properties (properti), dan AMEA Power (energi terbarukan).

Presiden Jokowi menegaskan, komitmen pemerintah Indonesia untuk melakukan hilirisasi dan menghentikan proses ekspor produk mineral mentah ke pasar internasional.

Baca juga  Bea Cukai Tangerang Luncurkan Aplikasi SIDETA

“Kami akan terus melarang ekspor produk mineral mental, setelah alumunium dan nikel, mungkin nanti tembaga, ini agar investor membangun industri nilai tambah di Indonesia,” ujar Presiden Jokowi saat menanggapi rencana Emirates Global Alumunium (EGA) untuk menanamkan modalnya di Indonesia bermitra dengan PT Inalum (persero).

Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohammed Al Mazrouei yang mewakili pemerintah UEA, menyatakan apresiasinya atas hubungan yang sangat dekat antar kedua pemimpin negara, bahkan sudah seperti saudara.

Suhail menyampaikan bahwa UEA ingin bekerja sama dengan Indonesia, bukan hanya karena Indonesia yang besar dengan komunitas muslim terbesar. Namun Indonesia punya kapabilitas, sumber daya serta posisi strategis di tatanan internasional.

Baca juga  Ketua DPD RI Dorong Kriteria Penerima Beasiswa Diperluas

“Kami memiliki target yang tinggi dari kerja sama yang ditandatangani hari ini. Pemerintah UEA memiliki minat tersendiri akan pembangunan ibu kota baru Indonesia. Di samping itu kami juga melihat minat dari sektor swasta UEA. Kami memerlukan bimbingan dari Presiden Jokowi dan jajaran menteri agar komitmen kami dapat terwujud dengan baik,” ungkap Suhail.

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi asal UEA di Indonesia pada Januari-September 2021 sebesar US$7,8 juta.
Sementara akumulasi realisasi investasi asal UEA di Indonesia sejak 2016 hingga triwulan III-2021 mencapai US$250,7 juta, berada di peringkat 27.

Investasi asal UEA didominasi sektor pangan dan perkebunan dengan total realisasi US$109 juta (43,5 persen), serta 71 persen total realisasi investasi UEA di Indonesia berlokasi di luar pulau Jawa.

Tinggalkan Komentar