Dapat Kucuran Dana Rp56 M, Kendari Akan Ubah Wajah Puday-Lapulu

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pihaknya akan terus menjalankan program untuk memberantas kawasan kumuh di Kota Kendari. Sebab saat ini masih ada 53 kelurahan dan 397 hektar kawasan yang tergolong kawasan kumuh di Kota Kendari.

Menurut dia, program Pemkot Kendari untuk memberantas kawasan kumuh di Kota Kendari ini semakin membuahkan hasil. Seperti halnya penataan kawasan kumuh Bungkutoko dan Petoaha dianggap sukses pada 2020 dan dinobatkan sebagai Kawasan Wisata Water Front City.

Sulkarnain mengatakan, Kota Kendari merupakan satu-satunya kota se-Indonesia yang kembali mendapat kepercayaan dalam penataan kumuh skala kawasan.

Sehingga pada tahun 2021 ini Kota Kendari kembali mendapatkan kucuran dana untuk membenahi kawasan kumuh di Puday-Lapulu, dengan anggaran lebih besar.

Baca juga  Kembangkan Pariwisata, Kendari Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Treking

“Yang lalu hanya Rp42 miliar, kali ini kucuran dana senilai Rp56 miliar dan satu-satunya kota se-Indonesia yang dapat,” ujar Sulkarnain.

Dia mengaku optimis, perwajahan Puday-Lapulu akan berubah total seperti perwajahan Petoaha-Bungkutoko yang sudah tertata rapi.

Menurutnya, kawasan ini bisa menjadi magnet baru bagi warga metro untuk menikmati wahana di ruang terbuka hijau.

Ia menyebut, warga terdampak program yang bermukim di sekitar pesisir pantai Lapulu sebanyak kurang lebih 38 KK telah memperoleh proses penanganan dampak sosial.

Berupa pemberian bantuan biaya hidup, biaya pindah dan sewa rumah, sehingga proses pelaksanaan kegiatan diharapkan tidak mengalami kendala.

Baca juga  Kementerian PUPR Bangun TPA Sampah di Nunukan

Koordinator Program Kotaku, Langkarisu menyampaikan hingga saat ini telah berhasil mengurangi kawasan kumuh seluas 168 hektare.

Sehingga kawasan kumuh di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini masih ada sekitar 229 hektar.

“Kota Kendari terus berbenah di bawah kepemimpinan Sulkarnain Kadir,” ucapnya.

 

Tinggalkan Komentar