Kamis, 08 Desember 2022
14 Jumadil Awwal 1444

Dapat Restu Pemegang Saham, Semen Indonesia Akan Right Issue

Sabtu, 05 Nov 2022 - 14:27 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Dapat Restu Pemegang Saham, Semen Indonesia Akan Right Issue
Ilustrasi Semen Indonesia - ist

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) akan melakukan penawaran umum terbatas dengan cara menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Keputusan ini Semen Indonesia lakukan usai mendapatkan restu dari pemegang saham yang diputuskan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Rencananya perusahaan akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 1,07 miliar saham Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Direktur Utama SMGR Donny Arsal mengatakan, integrasi BUMN sub-kluster semen antara SMGR dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) merupakan inisiatif dalam mendukung agenda Pemerintah untuk pembangunan Indonesia dan pengembangan industri semen.

Baca juga
Era Kendaraan Listrik, 6 SPKLU Indonesia Timur Diresmikan PLN

“Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas dalam memenuhi permintaan semen seiring dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi serta mendukung kelancaran penyediaan dan distribusi pasokan semen yang memadai untuk pembangunan nasional melalui penguatan posisi perusahaan BUMN Semen,” kata Donny usai RUPSLB di Jakarta, Jumat (4/11/2022).

Dia mengatakan kondisi industri semen saat ini semakin kompetitif dan penuh tantangan. Namun perusahaan bisa mencatatkan pertumbuhan yang positif pada Kuartal III-2022.

EBITDA absolut SMGR tercatat meningkat 0,6 persen menjadi Rp 5,73 triliun dan marjin EBITDA meningkat 0,1 persen menjadi 22,7 persen dibandingkan tahun lalu.

SMGR juga mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 18,9 persen menjadi Rp1,65 triliun dengan peningkatan marjin laba bersih 1,0 persen menjadi 6,5 persen daripada tahun lalu.

Baca juga
Dongkrak TKDN, Menteri Erick Dorong Kerja Sama BUMN dan Swasta

Meski laba bersin naik, namun pendapatan SMGR mengalami penurunan. Emiten semen terbesar di Indonesia ini membukukan pendapatan senilai Rp25,28 triliun, menurun tipis 0,19 persen dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp25,33 triliun.

 

Tinggalkan Komentar