Dari Target Pembangunan LRT Meleset Hingga Tabrakan

Dari Target Pembangunan LRT Meleset  Hingga Tabrakan - inilah.com
foto Inilah.com/Agus Priatna

Dua rangkaian kereta Lintas Rel Terpadu Jabodebek mengalami kecelakaan di Lintas LRT Cawang–Cibubur pada Senin, 25 Oktober 2021. 

Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro mengatakan, penyebab tabrakan dua kereta LRT di kawasan Cibubur, Jakarta Timur akibat masinis kereta yang terlalu cepat saat melakukan proses langsir. 

Meski demikian, belum dijelaskan secara rinci lantaran Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), sedang melakukan investigasi insiden tabrakan antara trainset 20 dan trainset 29 LRT Jabodebek di Stasiun Ciracas dan Stasiun Harjamukti atau di sekitar wilayah Cibubur, Jakarta Timur tersebut. 

“Indikasi awal ini masinis pada saat langsir terlalu cepat,” ujar Budi saat konferensi pers virtual, Senin (25/10/2021).

Sejarah LRT  

Pembangunan Jalur LRT Cawang?Cibubur dan jalur lainnya dalam pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 diawali dengan peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 9 September 2015. 

Berjalannya waktu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Kereta Api Indonesia secara resmi menandatangani perjanjian masa konsesi penyelenggaraan prasarana kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek pada Desember 2017. 

Baca juga  Undang APTRI, Mendag Lutfi Bertekad Sejahterakan Petani Tebu

Dalam perjanjian tersebut disebutkan nilai investasi penyelenggaraan prasarana dan sarana LRT Jabodebek sebesar Rp 29,9 triliun. Investasi tersebut digunakan untuk pembiayaan aset prasarana, aset sarana, aset perawatan prasarana sebesar Rp 25,7 triliun dan pembiayaan aset prasarana (17 stasiun) dan aset Depo sebesar Rp 4,2 triliun.

Besaran tarif awal dan skema subsidi tarif awal yang direncanakan sebesar Rp 12.000,00. Ini merupakan subsidi 50 persen dari tarif aslinya yang diperkirakan Rp 24.000-Rp 25.000.

Target Meleset  

Pembangunan tahap 1 ditargetkan selesai sebelum Asian Games 2018. Namun hingga Asian Games digelar, pembangunan keseluruhan masih 45%. Tetapi saat itu beberapa jalur dalam lintas pelayanan Cawang–Cibubur sudah mulai dipasangi rel.

Pada bulan Maret 2019, keseluruhan lintasan jalur telah tersambung. Lalu dilanjutkan dengan pekerjaan persinyalan dan pembangunan stasiun. 

Baca juga  DPR Nilai Peluang Jenderal Andika Sampai 2024 Sangat Terbuka

Pada tanggal 11 Oktober 2019, rangkaian pertama LRT Jabodebek tiba di Jakarta, pengiriman dilakukan melalui jalur darat langsung dari Pabrik PT INKA Madiun. 

Sampai awal Oktober 2019, konstruksi proyek jalur keseluruhan LRT Jabodebek Tahap I mencapai 65%. Jumlah tersebut terbagi tiga lintas, masing-masing Cawang – Cibubur, Cawang – Dukuh Atas, dan Cawang – Bekasi Timur.

Untuk lintas Cawang – Dukuh Atas, sekarang progres konstruksinya sudah 55,91%. Trase itu menghubungkan Cawang – Ciliwung – Cikoko – Kuningan – Rasuna Said – Karet Kuningan – Setiabudi – Dukuh Atas.

Pada bulan Oktober 2020, armada LRT Jabodebek mulai diuji coba. Pengujicobaan ini dilakukan pada lintas pelayanan Cawang–Cibubur dengan rute Stasiun TMII–Stasiun Harjamukti. Uji coba ini dilakukan untuk mengecek kesiapan persinyalan dan jalur yang akan dilalui. 

Diketahui, LRT Cibubur memiliki lintasan sepanjang 25,94 kilometer. Sebagian besar lintasan jalur ini merupakan jalur layang. Dari stasiun Dukuh Atas hingga stasiun Cawang, berbagi jalur dengan Lin Bekasi, menyusuri Jalan Rasuna Said kemudian berbelok menyeberang ke sisi selatan Jalan Tol Cawang-Pluit. Selepas stasiun Cawang, kedua lin berpisah jalur dan lin ini mengikuti trase Jalan Tol Jagorawi.

Baca juga  PUPR Bangun Infrastruktur Konektivitas, Pengelolaan Air, Hingga Pengelolaan Sampah

Dari Stasiun Cawang ke Stasiun TMII, jalur berpindah dari sisi barat ke sisi timur jalan tol. Di antara petak Cawang–TMII tersebut, terdapat jalur dibuat di atas permukaan tanah karena berada berdekatan dengan approach zone Bandara Halim Perdanakusuma. Setelah dari Stasiun TMII, jalur berpindah kembali ke sisi barat jalan tol hingga Stasiun Cibubur.

Saat ini Inka menargetkan seluruh kegiatan pengujian sarana di lintas layang Jabodebek bisa diselesaikan bulan ini. Kemudian selanjutnya, dilakukan uji komunikasi On Board Control Unit (OBCU) persinyalan dengan Train Control Management System (TCMS) pada kereta yang ditargetkan selesai November 2021. 

Tinggalkan Komentar