Dato Tahir Pejabat Negara Paling Tajir, Tak Pernah Lupa Orang Miskin

Dato Tahir Pejabat Negara Paling Tajir, Tak Pernah Lupa Orang Miskin  - inilah.com

Ternyata, banyak orang kaya yang duduk di pemerintahan. Namun, tidak sekaya sosok ini. Bisnisnya bermacam-macam, namun dua sektor yang boleh dibilang unggulan. Perbankan dan rumah sakit.

Ya, betul. Dia adalah Dato Sri Tahir, pemilik Mayapada Grup. Pada 2019, Tahir yang kelahiran Surabaya pada 16 Maret 1952 itu, masuk jajaran orang terkaya di Indonesia. Tepatnya nomor urut 7.  

Saat ini, Tahir masuk lingkar istana lantaran posisinya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, disingkat Wantimpres. Berdasarkan informasi Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) 2020 yang disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (7/9/2021), kekayaan Tahir mencapai Rp8,743 triliun. Wow.

Baca juga  Foto: Suasana Hutan Kota GBK yang Kembali Dibuka untuk Umum

Meski tajir melintir, Tahir tak melupakan kaum dhuafa. Dia dikenal sebagai filantropi, alias orang yang hobinya menjalankan aksi sosial. Mungkin karena Tahir merangkak dari bawah.

Ayahnya seorang juragan becak dan ibunya adalah penjaga toko. Lulus dari SMA, Tahir mendapat beasiswa untuk sekolah di Nanyang Technological University, Singapura. Dari sana lah Tahir banyak mendapat pelajaran untuk memulai suatu usaha.

Sambil menimba ilmu, ia juga melihat peluang untuk menambah penghasilan guna pembiayaan studinya dengan menjual barang yang ia beli di Singapura dan dijual kembali di Surabaya.

Setelah mencoba peruntungan dengan membuat bisnis garmen, pada 1986, Tahir mendirikan Mayapada Group dan merambah ke berbagai bisnis lainnya seperti dealer mobil, perbankan, properti, rumah sakit, hingga duty free shopping (DFS).

Baca juga  Penyegaran Mobil Sejuta Umat di GIIAS 2021

Sukses dengan Mayapada Group, ia mendirikan Tahir Foundation, sebuah organisasi nirlaba. Organisasi ini memiliki visi untuk Indonesia yang lebih baik di mana setiap individu memiliki akses untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan yang memadai guna meningkatkan kualitas hidup mereka.

Saat diangkat menjadi Anggota Wantimpres pada 13 Desember 2019, Tahir mengaku ingin memberikan masukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengenai persoalan kemiskinan.  Ia mengatakan hal ini memang sudah lama menjadi fokusnya. “Saya lebih banyak mau ngurusi pengentasan kemiskinan di daerah-daerah, itu passion,” ujarnya.

Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, kata Tahir, adalah dengan bagaimana membuat sektor swasta bisa memberikan kontribusi di bidang kesehatan atau pendidikan bagi mereka yang membutuhkan.

Baca juga  Cahyo, Pahlawan Pandemi Penggagas Fotografer Jalanan Bangkit dari Keterpurukan

Oh iya, ketajiran Tahir ini, mengalahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Keratif (Menparekraf) Sandiaga Uno (Rp3,8 triliun) dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono (Rp2,4 triliun).

Tinggalkan Komentar