David Jacobs Persembahkan Medali Perunggu untuk Indonesia

David Jacobs Persembahkan Medali Perunggu untuk Indonesia - inilah.com

Indonesia berhasil menambah perolehan medali di Paralimpiade Tokyo 2020. Lewat cabang tenis meja C10 tunggal Putra, Indonesia berhasil meraih medali perunggu lewat perjuangan atlet David Jacobs.

David Jacobs menyumbang medali setelah di semifinal kalah dari wakil Prancis, Mateo Boheas. Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang pada Sabtu (28/8/2021) pukul 12.20 WIB, David harus mengakui keunggulan Mateo Boheas dengan skor 3-2. Dengan begitu, langkah David terhenti di semifinal para tenis meja C10 tunggal putra Paralimpiade Tokyo 2020.

Namun, meski kalah dan tak lolos ke partai pamungkas, David tetap meraih medali perunggu untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020. Ini merupakan medali ketiga bagi Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020.

Baca juga  Giring Selalu Nyinyiri Anies Baswedan, Dibalas Begini Tanggapan Oleh Personel Nidji

Perjalanan Hidup David Bersama Tenis Meja

Dian David Michael Jacobs atau biasa dipanggil dengan David Jacobs lahir di Ujung Pandang (sekarang Makassar) pada 21 Juni 1977.

David merupakan salah satu penyandang disabilitas yang memiliki masalah fungsional pada salah satu lengannya. Kendati demikian, pria berusia 44 tahun tersebut merupakan salah satu atlet kebanggaan Indonesia.

Tercatat, David pernah mempersembahkan gelar untuk Tanah Air. Di antara gelar tersebut adalah medali emas di SEATTA Games Singapura pada tahun 2001, medali perunggu Paralimpiade London 2012 dan yang paling baru adalah medali perunggu Paralimpiade Tokyo 2020.

Baca juga  Leani/Khalimatus Raih Emas Perdana Paralimpiade untuk Indonesia

David memulai karir tenis meja sejak berusia  berusia 10 tahun dan terus berkembang. Saat meraih medali emas di SEATTA Games Singapura 2001, David masih berkuliah di Fakultas Ekonomi Perbanas.

Pada ASEAN Para Games Surakarta 2011, David berhasil menyabet tujuh medali emas. Prestasi demi prestasi terus ditorehkan olehnya, pada tahun selanjutnya di 2012, tercatat ia berhasil meraih medali perunggu di Paralimpiade London 2012.

“Mengambil tenis meja dan menjadi atlet hanya kebetulan. Tidak ada anggota keluarga saya yang atlet. Ada meja pingpong di sebelah rumah kami di Batang, Indonesia, dan semuanya dimulai dari sana,” ungkap David dilansir dari laman resmi Paralimpiade.

Baca juga  Polisi Tangkap Pinjol Peneror Ibu yang Bunuh Diri di Wonogiri

“Saya dan saudara laki-laki saya selalu bermain sepulang sekolah. Orang tua saya melihat bahwa saya memiliki gairah yang lebih besar untuk olahraga dibandingkan dengan saudara laki-laki saya. Jadi mereka mendorong saya untuk mengambilnya lebih jauh,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar