Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Dear Presiden Jokowi, Data Anda Dibobol Hacker

Jumat, 09 Sep 2022 - 21:49 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Presiden Jokowi Hacker - inilah.com
Tangkapan layar dugaan peretasan data Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa).

Dugaan kebocoran data milik Presiden Republik Indonesia viral di media sosial. Dokumen yang dijual akun Bjorka di BreachForums—forum yang mewadahi para peretas—pada Jumat, (9/9/2022) itu berisikan dokumen kepresidenan untuk Jokowi. Informasi tersebut diunggah oleh akun @Darktracer dalam media sosial Twitter.

Di situs breached.to, Bjorka mengunggah sejumlah dokumen yang diklaim milik Presiden Jokowi pada periode 2019- 2021.

“Berisi transaksi surat tahun 2019 – 2021 serta dokumen yang dikirimkan kepada Presiden termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia,” tulisnya di situs tersebut.

Pengamat Teknologi dan Informatika (TI) dari ICT Institute, Heru Sutadi menilai jika peretas sudah sampai masuk dan mengambil data dari Istana yang aslinya mencapai 189 MB—ini merupakan sinyal bahaya dan patut jadi pertimbangan Presiden Jokowi untuk menegur pihak-pihak yang bertanggung jawab atas daftar panjang kebocoran data masyarakat maupun lembaga pemerintahan.

Baca juga
21 Tahun Partai Demokrat, Geliat Merebut Kejayaan di Pemilu 2024

“Kalau Pak Jokowi sudah kasih peringatan, biasanya para pembantunya baru akan bergerak dan menganggap kebocoran data adalah masalah serius,” ujar Heru saat dihubungi inilah.com, Jumat (9/9/2022).

Namun demikian persoalan keamanan data di Indonesia harus segera diatasi mengingat kejadian ini bukan merupakan kasus pertama dan banyak dari kasus kebocoran data yang tidak jelas kelanjutan penanganannya.

“Pak Presiden perlu mengingatkan kembali agar para pembantunya kerja bersama dan jangan saling lempar tanggung jawab. Sebab, masyarakat hanya ingin datanya aman, entah itu dikerjakan oleh Kementerian atau Lembaga mana,” terang Heru.

Sebelumnya peretas yang membobol data registasi SIM Card dengan akun yang sama, Bjorka mengatakan pada pada saluran Telegram miliknya, bahwa target selanjutnya adalah Presiden RI. Data ini pun dijual seharga US$2.000 atau senilai Rp59,3 juta.

Baca juga
Legenda Brasil Pele Soroti 33 Anak yang Tewas Sia-sia di Tragedi Kanjuruhan

Belum lama ini pun Bjorka pada situs breached.to memberikan pesan kepada pemerintahan Indonesia terutama kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pesan itu berjudul “My Message to Indonesian Government” atau Pesan Saya kepada Pemerintah Indonesia.

Bjorka mengunggah tangkapan layar sebuah berita mengenai pesan Kominfo kepada peretas. Dia pun membalas untuk Kominfo untuk berhenti menjadi idiot.

Inilah.com sudah menghubungi Juru bicara Menteri Komunikasi dan Informatika (kominfo) Dedy Permadi lewat pesan singkat dan telfon namun belum merespons.

 

Tinggalkan Komentar