Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Demi Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi, BI Kempit Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen

Selasa, 24 Mei 2022 - 15:28 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Demi Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi, BI Kempit Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen - inilah.com
Foto: Istimewa

Mengendalikan inflasi dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 23-24 Mei 2022.

Bank sentral juga tetap mempertahankan suku bunga lainnya, yakni deposit facility di level 2,75 persen dan suku bunga lending facility di level 4,25 persen.

“Keputusan ini sejalan dengan perlunya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta tetap menjaga pertumbuhan ekonomi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil RDG Bulan Mei 2022 di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Baca juga
Dow Jones dan Harga Komoditas Dukung Penguatan Lanjutan IHSG

Lebih lanjut, ia menilai pertumbuhan ekonomi perlu didorong di tengah tingginya tekanan eksternal terkait dengan ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina, serta percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara maju dan berkembang.

Sejalan dengan hal tersebut, BI menempuh penguatan bauran kebijakan seperti memperkuat kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan mekanisme pasar dan fundamental ekonomi.

Kemudian, mempercepat normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan giro wajib minimum (GWM) rupiah secara bertahap dan meningkatkan insentif bagi bank-bank yang menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada sektor prioritas dan UMKM dan/atau memenuhi target rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) mulai berlaku 1 September 2022.

Baca juga
The Fed Kerek Suku Bunga, Bhima: Hati-hati Kredit Macet di Indonesia

Perry melanjutkan bank sentral juga akan melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga kredit sektor prioritas, hingga melanjutkan dukungan pengembangan UMKM melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI).

“Kami juga akan memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung pemulihan ekonomi dan akselerasi digitalisasi yang inklusif,” tegasnya.

Selain itu, ia menuturkan pihaknya akan memperkuat kebijakan internasional dengan memperluas kerja sama dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya, serta fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.

BI bersama Kementerian Keuangan pun akan menyukseskan enam agenda prioritas jalur keuangan Presidensi Indonesia pada G20 2022.

Tinggalkan Komentar