Demi Modal Usaha, Anak Muda Ini Rela Terjerat Pinjol

Demi Modal Usaha, Anak Muda Ini Rela Terjerat Pinjol - inilah.com
Dokumentasi INILAHCOM

Jasa layanan pinjaman online (pinjol) menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk pintu keluar dari masalah keuangan. Andhika, anak muda berusia 26 tahun menjadi salah satu pemanfaat jasa keuangan tersebut. Berawal dari belanja di toko daring, dia tertarik untuk membayar dengan kredit via pinjaman online.

“Nah iseng coba daftar terus langsung dapat limit sejuta dalam waktu 30 hari,” kata Andhika, kepada INILAHCOM, Jakarta, Rabu, (22/09/2021).

Andhika bercerita secara gamblang tentang bagaimana mencoba beberapa aplikasi pinjol yang tersedia. Sejak 2019, dia sudah menjajal sekitar 30 jasa aplikasi pinjol baik legal maupun ilegal.

Baca juga  Cerita Korban Pinjol, Utang Rp2,5 Juta Bengkak menjadi Rp104 Juta

“Prosesnya macam-macam, tergantung kebijakan dari aplikasinya. Ada yang hanya pakai foto KTP, dan selfie sama KTP. Ada juga yang pakai NPWP, slip gaji, dan foto usaha. Tapi biasanya daftar nomor hp, nanti isi data diri, data keluarga seperti nama ibu, nomor kontak darurat, foto KTP dan selfie KTP, data kerjaan. Terus biasanya nunggu 5-10 menit untuk tahu di acc atau enggaknya,” tambahnya.

Tujuan menggunakan pinjol, masih menurut Andhika untuk mendukung modal usahanya yang sedang dirintis di masa pandemi. Andhika mengaku saat itu sedang membangun usaha ikan cupang. Nasib berkata lain. Bukannya berkembang, justru Andhika terlilit masalah utang. Ternyata, pinjaman tersebut malah membuatnya kewalahan karena bunganya sangat tinggi.

Baca juga  Jumat Penuh Berkah, Yuk Bantu Naufan Sembuh dari Kanker Osteosarkoma

“Tujuan awalnya buat beli keperluan usaha saya. Terus lama-lama buat gali lobang tutup lobang karena kejebak pinjol dengan bunga yang gede,” tambahnya.

Bunga dan Teror Menghantui

Andhika juga sangat heran ketika pinjaman yang ditawarkan pada awalnya memiliki bunga yang relatif kecil tetapi begitu dananya sudah cair, bunga pun menjadi melesat tinggi.

“Di iklan dan aplikasi bunga kecil. Tapi ketika cair, bunganya besar banget bahkan bisa sampai 50 persen,” ujarnya.

Kenyamanan hidup pun sangat terganggu. Andhika mengaku sering diteror via whatsapp, telepon, bahkan disamperin ke rumah.

“Disamperin juga ke kantor sama si debt collector-nya,” ungkapnya.

Baca juga  Nakes Harus Diselamatkan

Tidak terasa, utang yang dia punya sebesar Rp 30 juta dari beberapa jasa pinjol, kini sudah berkurang menjadi Rp 3 juta. Sebagai tulang punggung keluarga, Andhika terus berusaha untuk membayar utangnya. Setidaknya dalam sebulan dia membayar Rp 500 ribu.

“Sisa pinjaman ada Rp 3 juta, masih saya cicil sampai Januari tahun depan,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar