Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Demo 21 April, Pemerintah Wajib Dengar Suara Mahasiswa dan Rakyat

Pemerintah Wajib Mendengar Suara Mahasiswa dan Rakyat
Pemerintah Wajib Mendengar Suara Mahasiswa dan Rakyat

Aliansi Mahasiswa Indonesia menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan pernyataan resmi menolak penundaan dan mendukung pemilu 2024.

Rencananya, Mahasiswa akan kembali turun ke jalan pada Kamis (21/4/2022) besok.”Di Kongres Rakyat, kami ingin mempertemukan seluruh elemen yakni mahasiswa, buruh, petani, LSM, akademisi, dan lain-lain untuk membahas kajian setiap elemen,” kata Ketua BEM Universitas Indonesia Bayu Satria Utomo, Rabu (20/4/2022).

Aksi besok, Ada 100 ketua lembaga/komunitas mahasiswa yang bergabung di Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI).

Ada beberapa poin tuntutan BEM UI dalam aksi unjuk rasa yang akan digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kartini tersebut. Tuntutan tersebut antara lain:

Baca juga
Mahasiswa Ditantang Ide Membangun Kesadaran Disabilitas Perkembangan

1. Menolak wacana penundaan Pemilu 2024

2. Menolak perpanjangan masa jabatan Presiden tiga periode

3. Menyoroti soal ketimpangan ekonomi di masyarakat

4. Kenaikan harga-harga seperti kebutuhan pokok, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan sebagainya.

5. Aksi kekerasan dan penyerangan terhadap warga sipil

Ferry Juliantono Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Syarikat Islam (PP SI) menanggapi rencana demonstrasi mahasiswa yang akan diselenggarakan di gelar kembali 21 April 2022.

“Gerakan mahasiswa adalah hati nurani bangsa. Suara mahasiswa adalah Juga suara umat, suara buruh, suara pekerja, suara rakyat. Pemerintah wajib mendengar suara mahasiswa, buruh, pekerja dan rakyat. Dengar dan berubahlah sebelum semuanya terlambat”, ujar Ferry dalam acara Haul di Pesantren Al Hamidy Banyu Anyar Pamekasan Madura pimpinan KH Mohammad Rofii Baidhowi.

Baca juga
Mahasiswa Gelar Demo, Rektor IPB: Awas Provokasi

Menurut Ferry, tuntutan mahasiswa adalah wujud aspirasi rakyat yang berkembang di tengah-tengah masyarakat yang resah, gelisah dan bingung di tengah kenaikan harga-harga barang jelang lebaran, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan tarif dasar listrik di tambah lagi rencana kenaikan harga gas dan elpiji akan membuat rakyat makin putus asa.

“Mahasiswa menangkap amanat penderitaan rakyat ini yang lalu di suarakan melalui aksi unjuk rasa. Belum lagi elit politik dan pemerintahan yang terus mencoba menggoreng isu penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden yang jelas melanggar konstitusi membuat suasana terus memanas meski masih dalam bulan ramadhan”, tegas Ferry.

Baca juga
Heboh Karantina di Rumah Dhani-Mulan Jameela, Pemerintah Ciptakan Aturan Diskriminatif

“Kami himbau sekali lagi Pemerintah serius merespon tuntutan mahasiswa, buruh, pekerja ini dan wajib hukumnya untuk melaksanakan tuntutan itu,” sambungnya tegas.

Tinggalkan Komentar