Kamis, 09 Februari 2023
18 Rajab 1444

Demo Tolak Tambang di Parigi Moutong Tewaskan 1 Warga

Minggu, 13 Feb 2022 - 22:26 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Demo Tolak Tambang di Parigi Moutong Tewaskan 1 Warga
Demo Tolak Tambang di Parigi Moutong Tewaskan 1 Warga

Aksi demo tolak tambang di Kecamatan Kasimbar, Parigi Moutong ricuh dan tewaskan 1 warga setelah polisi membubarkan pemblokiran jalan.

Aksi warga mengatasnamakan Aliansi Tani Rakyat Tolak Tambang PT Trio Kencana itu dengan memblokade Jalan Trans Sulawesi di Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. Massa menggelar Aksi sejak Sabtu Pagi (12/2/2022).

Aksi itu sendiri adalah yang ketiga kalinya oleh warga untuk meminta Gubernur Sulteng mencabut IUP PT Trio Kencana. Mereka juga meminta Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura menemui mereka. Namun tidak terjadi.

Polisi akhirnya membubarkan paksa blokade jalan karena sudah mengganggu pengendara yang melintasi jalan Trans Sulawesi.

Baca juga
Blokade Jalan, Massa Sempat Bakar Ban di Balai Kota

Aparat menggunakan gas air mata dan air untuk membuka jalan sejak Sabtu siang hingga malam. Sementara warga melempari aparat dengan batu.

“Pukul 12 Siang warga menutup jalan Trans Sulawesi. Penindakan kami lakukan hingga pukul 12 malam diawali imbauan. Kami menindak karena itu jalan penghubung lintas provinsi,” Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan di Mapolda Sulteng, Minggu pagi (13/2/2022).

Mengenai adanya korban dalam unjuk rasa tersebut itu, Rudy mengaku akan ke TKP untuk mengecek kepastian informasi itu.”Saya akan ke lokasi. Yang pasti yang melanggar hukum, warga maupun aparat akan kita tindak,” Rudy menegaskan.

Baca juga
Sempat Ricuh, Massa Demo Tolak Kenaikan BBM Tinggalkan Patung Kuda

“Sangat disayangkan insiden ini” sambungnya menekankan.

Pada kesempatan itu, atas nama pribadi dan institusi kepolisian Rudy memohon maaf kepada keluarga korban dan melakukan langkah-langkah konkret.

Ia mengemukakan, saat ini Kapolres Parigi Moutong dan Direktur Intel Polda Sulteng sedang berada di kediaman korban memberikan penguatan kepada keluarga.

Tinggalkan Komentar