Senin, 05 Desember 2022
11 Jumadil Awwal 1444

Demokrat Banggakan SBY Turunkan BBM 4 Kali, Kader PDIP Bongkar-bongkaran

Rabu, 07 Sep 2022 - 21:24 WIB
Demokrat Banggakan SBY Turunkan BBM 4 Kali, Kader PDIP Tak Terima
Anggota Komisi VII DPR asal PDIP, Adian Napitupulu. (Foto:JPNN).

Anggota Komisi VII DPR dari PDIP Adian Yunus Yusak Napitupulu merasa terusik ketika ada kader Demokrat membandingkan kebijakan BBM era Jokowi dengan SBY.

Menurut catatam aktivis 98 ini, ketika era SBY, total kenaikan harga BBM (Premium) mencapai Rp 4.690. Sementara di era Jokowi, total kenaikan BBM jenis Premium/Pertalite sebesar Rp3.500. “Jadi SBY menaikan BBM lebih mahal Rp 1.190 dari Jokowi,” papar Adian kepada Inilah.com, Rabu (7/9/2022).

Masih kata Adian, ketika SBY berkuasa, upah minimum pada 2013, ambil contoh DKI Jakarta sebesar Rp2,2 juta. Kala itu, harga BBM (Premium) sebesar Rp6.500 per liter. Maka upah satu bulan cukup untuk membeli 338 liter. Sedangkan di era Jokowi, harga BBM (Pertalite) Rp 10.000 per liter, upah minimum Rp4.641.000 per bulan. Maka upah sebulan senilai 464 liter Pertalite. “Jadi ada selisih kemampuan upah membeli BBM antara SBY dan Jokowi, sebesar 126 liter. Lebih gede Jokowi dong,” ungkapnya

Baca juga
PDIP Sebut LBP Tak Layak Bicara Tunda Pemilu 2024

Di era SBY, lanjut Adia, masih ada “mafia” terorganisir dan masif yaitu Petral yang embrionya sudah ada sejak awal orde Baru. Yakni pada 1969 dan beroperasi mulai 1971. “Di era Jokowi, Petral dibubarkan pada 2015. Atau hanya 6 bulan setelah Jokowi dilantik jadi presiden,” tegas Adian.

Selain soal BBM, Adian menyinggung prestasi Jokowi yang berhasil membangun infrastruktur, khususnya jalan tol. Saat SBY berkuasa, terbangun 193 kilometer (km) jalan tol. Sedangkan Jokowi berhasil membangun hampir 10 kali lipat dari SBY, tepatnya 1.900 km.

“Kalau mau di hitung lebih detail lagi dari jalan tol, jalan nasional non tol, jalan propinsi, jalan kabupaten hingga jalan desa sepanjang 304.490 KM maka setiap detik Jokowi membangun tidak kurang dari 1,5 meter jalan kali lebar yang berbeda beda,” tuturnya.

Baca juga
Gibran Belum Layak Maju jadi Cagub DKI 2024

Selanjutnya dia menyarankan agar seluruh kader Demokrat belajar matematika terlebih dahulu sebelum mengkritik Jokowi. “Saya menyarankan agar kader Demokrat belajar matematika dan sejarah. Sehingga jika membandingkan, hasilnya logis, tidak anti logika dan ahistoris,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra membandingkan Jokowi dengan SBY. Selama kepemimpinan SBY, empat kali harga BBM diturunkan. “Empat kali harga BBM diturunkan di era SBY. Berbeda sekali dengan era sekarang,” tuturnya.

Herzaky menegaskan, dua periode Jokowi yang menyisakan dua tahun, belum pernah menurunkan harga BBM. Padahal, saat ini, harga minyak mentah dunia masuk tren penurunan. Sementara di era SBY, ketika harga minyak dunia turun maka harga BBM pun diturunkan.

Baca juga
PDIP Dukung Jokowi Rombak Kabinet, Respons NasDem Deklarasi Anies

Bisa jadi, dua politisi dari parpol panguasa dan mantan penguasa itu, belum menyimak lagu ‘Ojo Dibandingke’ yang viral dinyanyikan Farel Prayoga.

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar