Demokrat: Mensos Risma Bisanya Hanya Tebar Intimidasi dan Caci Maki

Demokrat: Mensos Risma Bisanya Hanya Tebar Intimidasi dan Caci Maki - inilah.com

Mungkin kalau hari ini dilakukan survei, Menteri Sosial Tri Rismaharini yang akrab disapa Risma, termasuk menteri yang populer. Tapi sayang, popularitasnya bukan berbasiskan kinerja, namun karena kegemarannya marah-marah. Waduh.

Yang paling mutakhir, Risma mencak-mencak di Gorontalo. Dia semprot seorang pendamping bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Gorontalo karena diduga tak terima pihaknya mencoret data penerima bansos sehingga bantuan menjadi tidak tepat sasaran.

Bahkan, Risma mengancam akan menembak orang tersebut karena telah mencoret Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik rakyat.

“Jadi bukan kita coret ya! Tak tembak kamu ya, tak tembak kamu! Data-data itu yang sering kamu fitnah! Itu saya yang kena. DTKS dicoret, saya tidak pernah nyoret, semua daerah kita tambah, ngapain aku nyoret?” ucap Risma.

Baca juga  Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Dihentikan

Tak perlu menunggu lama, informasi yang sebenarnya kurang pantas ini, meluas di jagat media sosial. Dan, politisi Partai Demokrat, Syahrial Nasution ikut nimbrung.

Syahrial menilai, perilaku Mensos Risma sudah sakit jiwa, karena mengedepankan emosional. Sang menteri tak merasa risih ketika marah di forum resmi, atau ruang publik.

Sebagai pemimpin, menurut dia, Risma seharusnya memilih cara-cara yang lebih elok dan beretika. “Sakit jiwa…! Mana ada good governance terbentuk pakai caci maki, tarik urat leher dan main fisik,” cuit Syahrial.

Kalau pola kerja pemimpinnya seperti Menteri Risma, kata dia, jangan berharap adanya good governance di Kemensos. “Jangan harap ada good governance di Kemensos. Semuanya akan terintimidasi. Enggak akan ada inovasi,” cetusnya.

Baca juga  Sederet Ulah Risma yang Bikin Geleng-geleng Kepala

Dalam catatan Inilah.com, dalam beberapa kesempatan, Menteri Risma memang terlihat marah-marah. Pada 13 Juli 2021, dia semprot seorang PNS di Kota Bandung. Bahkan mengancam bakal memindahkannya ke Papua. Masalahnya sepele hanya soal alat musik, kibor.

Pada 8 Oktober 2020, Risma memarahi para demonstran penolak UU Cipta Kerja lantaran merusak fasilitas umum di Surabaya, Jawa Timur. Pada Mei 2020, dirinya memarahi seorang pejabat di Balai Kota Surabaya, lantaran mobil PCR. Begitulah aksi Menteri Risma, sampai kapan?

Tinggalkan Komentar