Kamis, 08 Desember 2022
14 Jumadil Awwal 1444

Dengan Dukungan Kemenkeu, IIF Luncurkan ‘ESG Framework and Manual’

Selasa, 15 Nov 2022 - 23:02 WIB
Kemenkeu IIF
Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga dari kiri) hadir dalam peluncuran ESG Framework and Manual. (ist)

Dikenal aktif dalam pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) bersama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan meluncurkan ‘ESG Framework and Manual’.

Ini merupakan pedoman yang mencakup prinsip-prinsip, risiko, dan mekanisme pengimplementasian faktor Environmental, Social and Governance (ESG) dalam pembiayaan infrastruktur, dengan mengoptimalkan fungsi Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Sebagai institusi yang selalu mengedepankan faktor ESG pada setiap proyek yang dibiayainya, penunjukan IIF oleh Kemenkeu menjadi tuan rumah adalah bukti nyata atas kredibilitas IIF pada ranah tersebut.

Kolaborasi antara Kemenkeu, UNDP, dan Pemerintah Kanada melalui diplomasi World Bank dalam peluncuran framework ini juga mencerminkan bahwa IIF adalah organisasi yang inklusif sebagaimana layaknya sektor pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Acara peluncuran framework ini merupakan serangkaian dari G20 Side Event. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadir menyaksikan bersama Direktur Jenderal DJPPR Suminto, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Luki Alfirman, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi, dan beberapa pejabat penting lainnya.
Institusi lain yang turut menyaksikan peluncuran ini di antaranya adalah UNDP dan Kedutaan Besar Kanada.

Baca juga
Utang Indonesia di Atas Rp7.000 Triliun, Sri Mulyani Santai Merasa Belum Parah

Meskipun IIF selalu menegakkan ESG pada seluruh proyek dari awal mula berdiri, framework ini merupakan sebuah lembaran baru. Dengan diluncurkannya framework ini, diharapkan seluruh proyek KPBU di bawah Kemenkeu telah dinilai layak dari segi ESG.

Salah satu bentuk nyata bahwa komitmen ini telah diimplementasikan ke dalam proyek-proyek IIF, maka pada acara tersebut dilakukan pula penandatanganan perjanjian antara IIF dan PT Angkasa Pura I (AP I) dimana IIF rencananya akan memberikan ESG Advisory terhadap 15 bandara yang beroperasi di bawah AP I.

Kedinamisan dari peluncuran ini meningkat dengan adanya sesi dialog yang membahas Perjalanan ESG dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia.

Baca juga
PDB Indonesia Ungguli Sejumlah Negara di Asia dan Eropa, Bikin Tenang Sri Mulyani

CRO IIF Wito Tantra menjadi moderator panel dengan panelis seperti Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna, Senior Development Specialist Bank Dunia Satoshi Ishihara, Presiden Direktur Arkora Hydro Aldo Artoko, dan juga pembahas aktif dari SMV di bawah Kementerian Keuangan.

“Selaku lembaga yang bergerak di bidang pendanaan infrastruktur di bawah payung Kemenkeu, peluncuran ini merupakan suatu kehormatan yang luar biasa bagi kami untuk dapat meneruskan idealisme dan praktiknya,” kata Presiden Direktur IIF Reynaldi Hermansjah, yang menjadi keynote speaker pada sesi pembuka.

“Sebagai suatu organisasi yang selalu berpegang teguh kepada prinsip sustainability, kami berbahagia karena telah berperan besar dalam penyusunan kerangka kerja ESG, dan yang terpenting hari ini kami berkesempatan untuk menyebarluaskan pentingnya kerangka kerja ESG dalam memastikan keberlanjutan dari tiap investasi pembangunan infrastruktur di Indonesia,” imbuhnya.

Baca juga
Berperan Aktif di Dunia Internasional, Bea Cukai Tanda Tangani Kerja Sama dengan Belgian Customs

Reynaldi mengatakan, penunjukan oleh Kemenkeu sebagai tuan rumah adalah bukti nyata atas kredibilitas IIF pada ranah tersebut.

“Kolaborasi antara Kementerian Keuangan, UNDP dan Pemerintah Kanada melalui diplomasi World Bank dalam peluncuran framework ini juga mencerminkan bahwa IIF adalah organisasi yang inklusif sebagaimana layaknya sektor pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” ujarnya.

Reynaldi menyatakan, walaupun IIF selalu menegakkan ESG pada seluruh proyek dari awal mula berdiri, framework ini merupakan sebuah lembaran baru. Karena diluncurkannya framework ini, diharapkan seluruh proyek KPBU di bawah Kemenkeu telah dinilai layak dari segi ESG.

Tinggalkan Komentar