Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Densus Temukan Bahan Peledak 35kg, Disimpan Kaki Gunung Ciremai

Selasa, 05 Okt 2021 - 09:45 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Densus Temukan Bahan Peledak 35kg, Disimpan Kaki Gunung Ciremai - inilah.com
Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan

Bahan peledak seberat 35 kilogram yang disimpan di kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat, berhasil ditemukan.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan bahan peledak yang disembunyikan seorang narapidana terorisme, Imam Mulyani yang ditangkap pada 2017 lalu.

“Kepada Densus 88, Imam membuat pengakuan yang mencengangkan. Dia bersama komplotannya masih menyimpang bahan baku TATP (Triacetone Triperoxide) sebanyak 35 kilogram,” ungkap Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Senin (4/10/2021).

Dari pengakuan terpidana tersebut, Densus 88 bersama tim Penjinak Bom Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Barat mencari bersama Imam ke kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat.

Ramadhan mengatakan, bahan peledak ditemukan pada ketinggian 1.450 meter di atas permukaan laut di seputaran Blok Cipater, Desa Bantar Agung, Sindanwangi, Majalengka, Jawa Barat.

Baca juga
Terkepung di Dalam Mobil, Terduga Teroris Sukoharjo Tabrak Tim Densus 88

“Polri menemukan sejumlah TATP dalam beberapa wadah terpisah, sesuai dengan pengakuan Imam Mulyana,” ujarnya.

Wadah pertama, kata Ramadhan, ditemukan di sebuah toples yang berisikan 10kg TATP murni. Kemudian, ada juga di sebuah botol plastik berisi 250 ml yang berisi gotri, serta, ditempatkan pada empat tempat makan.

Lalu, ditemukan juga bahan peledak C1 dan 1,5 botol air minum yang berisi TATP yang sudah berubah warna. “Tim Jibom Brimob Polda Jabar melakukan tindakan pemusnahan (disposal) terhadap bahan peledak tersebut di sekitar lokasi penemuan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Imam, anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) diringkus ketika Jokowi hendak menghadiri acara penutupan kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX pada 2017 lalu di Tamah Gua Sunyaragi.

Tinggalkan Komentar