Kamis, 14 Mei 2026 | 26 Dzulqa'dah 1447
inilah.comhangoutwisataMengenal Desa Wisata Liya Togo, Surga Budaya dan Wisata Bahari di Wakatobi

Mengenal Desa Wisata Liya Togo, Surga Budaya dan Wisata Bahari di Wakatobi

Indira_Medium_fdd779253b.avif
Kamis, 7 Mei 2026 - 10:00 WIB
Share
Tari Honari Mosega (Foto: Kemenpar)

Tari Honari Mosega (Foto: Kemenpar)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Desa Wisata Liya Togo adalah salah satu destinasi menarik di Kabupaten Wakatobi yang menghadirkan wisata alam, sejarah, dan budaya dalam satu kawasan.

Daya tarik utama desa ini adalah benteng peninggalan Kesultanan Buton dan budidaya rumput laut yang menjadi komoditas utama warga setempat.

Selain belajar sejarah, wisatawan juga bisa menjelajah dunia bawah air sambil menikmati keindahan terumbu karang yang tersimpan di dalamnya.

Sekilas Tentang Desa Wisata Liya Togo

Terletak di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Desa Wisata Loyo Togo bukan sekadar pemukiman biasa.

Desa ini merupakan kawasan wisata nasional yang pernah masuk dalam daftar 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Berada di wilayah kepulauan dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan, Liya Togo menawarkan potensi wisata bahari yang berbeda.

Salah satu aktivitas serunya ialah terlibat langsung dalam proses budidaya rumput laut, yang merupakan salah satu sektor pendukung ekonomi terbesar di wilayah Sulawesi Tenggara.

Daya Tarik dan Keunikan Desa Wisata Liya Togo

1. Benteng Liya atau Benteng Keraton

Benteng Liya Wakatobi (foto: ANTARA PHOTO/Jojon/nym.)

Benteng Liya atau Benteng Keraton adalah peninggalan warisan dari Kerajaan Buton yang terbuat dari susunan batu gunung dengan campuran putih telur dan kapur sebagai perekatnya.

Benteng seluas 52 hektare ini terdiri dari tiga lapisan, di mana setiap lapisannya dihuni oleh masyarakat setempat yang hidup berdampingan dan kental dengan adat budaya.

2. Melihat Masjid Tertua

Di lapisan inti banteng, terdapat Masjid Mubarak, masjid tertua ke-2 di Liya Togo yang dibangun sejak tahun 1546 milik Kesultanan Buton.

Masjid Mubarok ini menyimpan banyak cerita bersejarah, termasuk menjadi saksi bisu penyebaran Islam di Pulau Wangi-Wangi, yang saat ini telah menjadi bagian dari Kabupaten Wakatobi.

Di sisi kiri masjid terdapat pemakaman yang konon merupakan tempat peristirahatan seorang pemuda sakti bernama Talo Talo.

Menurut cerita masyarakat, Talo Talo sebagai sosok pahlawan yang berjasa dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di masa lalu. Itulah sebabnya, ia diberikan daerah kekuasaan Liya Togo oleh Kesultanan Buton.

3. Seni Budaya

Tari Honari Mosega (Foto: Kemenpar)

Desa Wisata Liya Togo memiliki banyak ragam seni yang menarik untuk dipelajari.

Di seni tari ada Tari Lariangi yang berasal dari Gonda, salah satu dari Lima Gonda. Lalu ada Honari Mosega, tarian yang memperlihatkan ketangkasan dan kelincahan Panglima Talo Talo saat berhadapan dengan musuh.

Ada juga Karia’a, sebuah perayaan sakral untuk anak laki-laki dan perempuan yang beranjak dewasa.

Di antara banyaknya ragam seni dan budaya yang ditampilkan, seni yang wajib disaksikan adalah Posepa’a, seni bela diri dengan cara menendang sambil bergandengan tangan.

Sayangnya, seni ini hanya dilakukan saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha selepas sholat ied.

4. Seni Rupa 

Desa Wisata Liya Togo masih menjaga seni kriya dengan menghadirkan produk kreatif seperti kain tenun yang disajikan sarung, selendang, ikat kepala, hingga tas.

Terdapat juga anyaman tikar, olahan limbah yang didaur ulang menjadi tas, serta Katu Bangko (tudung saji).

4. Wisata Kuliner

Menjelajahi Wakatobi tidak akan lengkap sebelum mencicipi kulinernya. Beberapa hidangan yang wajib dicicipi seperti Soami, olahan singkong parut, dan camilan seperti keripik singkong dan keripik ikan yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh.

Selain makanan, jangan lupa untuk mencicipi minuman segarnya, yakni Sirup Tangkulela, minuman khas dari buah pala yang memberikan sensasi manis-asam yang unik.

Aktivitas Seru di Desa Wisata Liya Togo

1. Berfoto di Desa Wisata Liya Togo

Desa Wisata Liya Togo punya keunikan berupa bangunan Benteng Liya atau juga dikenal sebagai Benteng Keraton yang terbentang seluas 52 hektar.

Kamu bisa mengambil beberapa foto dengan latar belakang benteng, lalu masuk ke lapisan inti benteng untuk melihat Masjid Mubarok, masjid tertua ke-2 yang sudah dibangun sejak 1546.

Masih ada spot foto lainnya, seperti lapangan yang kerap dijadikan lokasi atraksi posepa’a, baruga atau bale yang dijadikan tempat berlangsungnya musyawarah adat, dan masih banyak lainnya.

2. Berkunjung ke Masjid Tertua

Masjid Mubarok (Foto: Kemenpar)

Wisatawan bisa mampir ke Masjid Mubarok yang merupakan masjid tertua di Kabupaten Wakatobi yang dibangun sejak 1546.

Masjid yang sudah berusia lebih dari 470 tahun dan melewati beberapa kali renovasi ini, masih menyimpan beberapa elemen tradisional di beberapa sisinya, seperti atap rumbia dan konstruksi papannya yang masih dipertahankan.

3. Melihat Aktivitas Warga

Jangan lupa untuk berkeliling desa sambil melihat aktivitas warga sehari-hari, seperti membuat souvenir, tas tenun, kain, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu saja, wisatawan juga bisa melihat aktivitas warga lainnya seperti menangkap tangkapan laut dan mengolahnya menjadi makanan tradisional setempat.

4. Wisata Bawah Laut

Di Wakatobi, wisatawan bisa mencoba snorkeling dan melihat terumbu karang, ikan hias, dan rumput laut yang dibudidayakan dan masih terawat.

5. Berkunjung ke Uwe Kohondae

Loya Togo memiliki 10 mata air di sekeliling desa, tetapi, hanya satu mata air yang wajib dikunjungi, yaitu Uwe Kohondao.

Di Uwe Kohondao, wisatawan tidak hanya bisa menikmati pemandangan sejuk dan menikmati mata air yang dapat diminum secara langsung, tetapi juga bisa merasakan sensasi terapi ikan di tengah alam.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com