Senin, 05 Desember 2022
11 Jumadil Awwal 1444

Dewan Pembina Gerindra Singgung Satgasus untuk Menangkan Calon Tertentu

Selasa, 20 Sep 2022 - 18:47 WIB
Penulis : Diana Rizky
Editor : Fadly Zikry
Panggil Kapolri, Komisi III Bakal Kupas Tuntas Kasus Sambo sampai KM50 satgassus - inilah.com
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa (Foto: dok DPR RI)

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menyinggung tentang Satuan Tugas Khusus (Satgasus) untuk kemengan calon tertentu dalam Pemilu.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR itu, menanggapi pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang mengkhawatirkan hanya akan ada dua pasangan calon (paslon) Presiden dan Cawapres pada Pemilu 2024.

“Dua capres tidak ada masalah, tapi jurdil ga? Jangan sampai ada partai-partai yang menggunakan institusi kekuasaan seperti yang lalu, Satgasus dijadikan alat untuk kemenangan politik calon atau partai pendukung calon. Itu yang nggak sehat,” kata Desmond di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Selasa (20/9/2022).

Baca juga
Kisruh Jaminan Hari Tua, Gerindra Desak Permenaker 2/2022 Dicabut

“Bagi kami siapapun, satu, dua, tiga Nggak masalah. Kita demokrasi, masa kita terjebak. Kalau ada rencana dua berarti ada target, kalau ada target berarti ada maksud. Baik atau buruk tinggal kita lihat prosesnya,” sambungnya.

Namun Desmond tak menjelaskan Satgasus yang dimaksud. Sebelumnya Satgassus yang ramai dikaitkan dengan politik yaitu Satgasus Merah Putih yang sempat dipimpin Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan Brigadir J.

Satgasus bentukan era Kapolri Tito Karnavian itu kini telah dibubarkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kembali pada Pemilu, Desmond menyatakan, jika hanya ada dua paslon akan membentuk polarisasi yang terlalu besar seperti pada Pilpres 2019 dan 2014.

Baca juga
Prabowo dan Ganjar Adu Kuat Curi Hati Rakyat Papua

“Itulah yang nanti mirip 2019, nanti partai yang menggunakan kekuasaan-kekuasaan politik dan menggunakan alat-alat negara. Misalnya politisi Tentara cenderung berpihak kepada satu calon ini yang tidak sehat, ini pengalaman 2019,” jelas Desmond.

Kemudian terkait akan munculnya skenario baru atau pengulangan skenario yang terjadi pada Pilpres 2019 di Pilpres 2024 mendatang, Desmond berharap orientasinya lebih kepada memperbaiki nasib rakyat bukan pada kekuasaan seperti yang terjadi saat ini.

“Ya kita berharap jurdil-lah. Orientasinya bukan kekuasaan seperti sekarang. Orientasi-nya bagaimana memperbaiki nasib rakyat. Kalo orientasi-nya kekuasaan, ujung-ujung-nya kayak gini lagi. Ada kepastian hukum hari ini? Apa hari ini ketahanan pangan kita? Semuanya ada nggak? Kalau kita mau jujur, nggak ada,” tegas Desmond.

Tinggalkan Komentar