Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Dewas KPK Adili Etik Lili di Tengah Isu Penyuapan

Selasa, 05 Jul 2022 - 10:55 WIB
Dsc07416 1611148774771(3) - inilah.com
Lili Pintauli Siregar menjalani sidang etik tertutup, Selasa (5/7/2022). Proses sidang diwarnai isu upaya penyuapan. Foto: Antara

Dewan Pengawas (Dewas) KPK bakal mengadili kasus etik Lili Pintauli Siregar, secara tertutup, Selasa (5/7/2022) ini. Proses sidang etik kali kedua Wakil Ketua KPK itu diwarnai isu upaya penyuapan kepada dewas agar lolos dari sanksi.

Anggota Dewas KPK, Harjono, menyebutkan pihaknya tidak akan mengonfirmasi isu upaya suap itu kepada Lili. Alasannya, isu itu hanya ramai di media sosial dan tidak ada bukti-bukti maupun laporan terkait hal itu.

“Dugaan suap belum ada bukti-bukti atau pengaduan, tanpa itu kami tidak bisa periksa,” kata eks hakim konstitusi, pagi tadi.

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorongan Panggabean juga meminta pihak yang mengetahui upaya penyuapan itu untuk melapor ke dewas untuk diusut. Apalagi disebut-sebut PT Pertamina yang menjadi penyedia dana. Dirut Pertamina Nicke Widyawati pernah diperiksa KPK terkait pengusutan kasus etik ini.

Baca juga
Lazis Assalam Fil Alamin Datangkan Ahli Mesir untuk Bantu Kembangkan Zakat Indonesia

Beredar kabar, Lili mendapat bantuan dari pihak PT. Pertamina mengumpulkan uang sebesar USD 200 ribu atau sekitar Rp 3 miliar agar kasus dugaan penerimaan gratifikasi nonton MotoGP Mandalika tidak masuk ke tahap sidang kode etik.

“Tolong laporkan informasi itu agar kami usut,” kata Tumpak.

Sedikitnya terdapat dua isu yang mengiringi proses sidang etik Lili. Pertama disebutkan Lili mengajukan pengunduran diri, sedangkan isu kedua adanya upaya penyuapan kepada dewas agar menjatuhkan putusan Lili tidak terbukti menerima fasilitas mewah ketika menonton MotoGP Mandalika, dari Pertamina.

Pelaksana tugas (Plt) Jubir KPK Ali Fikri juga tidak mau menanggapi lebih lanjut isu tersebut. Termasuk upaya KPK menyelidiki kabar tersebut.

Ali meyakini Dewas KPK bertindak profesional dalam mengadili perkara Lili. “KPK meyakini setiap tahapan dilakukan secara profesional sesuai fakta dan penilaian dewas,” ujarnya.

Baca juga
Malam-malam Gubernur Khofifah Temui Zulhas, Ada Apa?

Lili pernah dijatuhi sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40% selama 12 bulan karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku berupa menyalahgunakan pengaruh dengan menghubungi pihak berperkara. Lili potensi dicopot apabila dijatuhi sanksi berat karena terbukti menerima fasilitas mewah.

Tinggalkan Komentar