Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Dewas KPK Segera Periksa Lili Pintauli Siregar

Dewas KPK
Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorongan Panggabean memastikan bakal memeriksa Lili Pintauli Siregar. Foto: Inilah.com/Safarian Shah

Dewan Pengawas (Dewas) KPK bakal memeriksa Lili Pintauli Siregar. Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean memastikan Lili bakal dipanggil dalam waktu dekat.

Dewas KPK telah memeriksa Dirut Pertamina Nicke Widyawati yang sempat tidak memenuhi panggilan dewas. Pemeriksaan Nicke penting sebagai bagian pengumpulan alat bukti dugaan pelanggaran etik Lili.

“Terlapor belum dijadwalkan untuk dimintai keterangan. Tunggu saja. Nanti kita akan mintai keterangan juga,” kata Tumpak kepada Inilah.com, di Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Tumpak juga mengaku belum menerima laporan hasil pemeriksaan terhadap Nicke yang berlangsung pagi tadi. Bahkan Tumpak tidak tidak memastikan apakah pemeriksaan terhadap yang bersangkutan sudah cukup.

Baca juga
Kakak Menteri BUMN Garap Mega Proyek Kawasan Industri Hijau Kaltara

Tumpak menegaskan, penelusuran dewas masih berjalan dan proses pemeriksaan berjalan secara transparan. “Saya belum mendapatkan laporan. (Nicke) bukan diperiksa, tapi hanya permintaan keterangan saja. Nanti kita kabarkan,” papar Tumpak.

Lili dilaporkan menerima fasilitas mewah dari Pertamina dengan bentuk tiket MotoGP Mandalika kategori Premium Grandstand Zona A dan akomodasi menginap di Hotel Amber Lombok Beach Resort selama sepekan.

Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris mengungkapkan pemeriksaan Dirut Pertamina bakal mempercepat proses pemeriksaan etik Lili. Belum rampungnya pemeriksaan terhadap eksternal membuat dewas belum memanggil Lili.

“Klarifikasi terhadap Ibu LPS masih tertunda karena pemeriksaan dengan pihak eksternal belum rampung,” kata Haris.

Baca juga
Usut Kasus Etik Lili Pintauli, Dewas KPK Minta Pertamina Kooperatif

Sebelum kasus ini, Lili telah dijatuhi sanksi etik karena terbukti berkomunikasi dengan pihak yang berperkara di KPK dan dijatuhi sanksi etik pemotongan gaji pokok sebanyak 40% selama 12 bulan. [WIN]

Tinggalkan Komentar