Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Di Balik Kenaikan Tarif Listrik, Rizal Ramli Bongkar Over Supply PLN 35 GW

Selasa, 14 Jun 2022 - 13:55 WIB
Di Balik Kenaikan Listrik, Rizal Ramli Kaitkan Over Supply PLN 35 GW
Ekonom senior Rizal Ramli

Di balik kenaikan tarif listrik untuk pelanggan tajir, diduga ada niatan memberikan beban kepada pelanggan atas kelebihan pasok (over supply) PLN sebesar 35 Giga Watt (GW).

Hal itu diungkap ekonom senior Rizal Ramli, dikutip dari akun Twitter pribadinya, @RamliRizal, Selasa (14/6/2022). Mantan Menko Kemaritiman di periode pertama pemerintahan Jokowi ini, menuliskan begini.

“Di kenaikan itu, ada elemen untuk membayar TOP (take or pay) dari over supply 35 Giga Watt?” ujar Rizal keheranan.

Jika benar bahwa kenaikan tarif listrik 13 golongan non-subsidi, tujuannya menutup biaya over supply PLN, menurut Rizal, jangan salahkan apabila publik menilai pemerintahan dan PLN saat ini, sangat tidak profesional dan jelas tidak pro rakyat. “Serampangan ya, ngawur bikin planning, berdasarkan ekonomi meroket, pas over supply konsumen disuruh urunan,” tuturnya.

Baca juga
30.523 Pelanggan PLN di Lumajang Terdampak Letusan Semeru

Mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini, mengkritik keras pola lempar tanggung jawab atas kesalahan PLN kepada rakyat. Ingat, pemerintah ada untuk melayani rakyat bukan malah memerasnya.

“Yang ngawur bebas tanggung jawab,” sindirnya.

Pada Februari lalu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengakui besarnya over supply akibat ketidakseimbangan antara supply dan demand. Satu sisi, supply listrik PLN tercatat tinggi, sementara konsumsi masyarakat tercatat rendah.

Pada akhir 2021, misalnya, ada penambahan 6 Gigawatt (GW) di Pulau Jawa. Hanya saja, konsumsi masyarakat hanya mencapai 800 Megawatt (MW).

Kelebihan pasokan listrik, kata Darmawan, bakal terus terjadi di masa depan. Hal itu berdasarkan hasil survei PLN bahwa ada potensi (over supply) 23 Gigawatt di kawasan Mamberamo.

Selain itu, rencana pembangunan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) pun menjadi faktor lainnya.

Baca juga
Mind ID Buat Terobosan di Awal Tahun 2022

Kementerian ESDM bersama dengan PT PLN (Persero) mengumumkna keputusan kenaikan tarif listrik 13 golongan non subsidi di Kantor ESDM, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2022).

Mulai Juli 2022, pelanggan setrum rumah tangga golongan 3.500 VA ke atas (R2 dan R3) jangan kaget kalau tagihan melejit. Demikian pula golongan pemerintah (P1, P2 dan P3).

Secara rinci, pelanggan rumah tangga R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA, dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas, tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 menjadi Rp1.699,53 per kWh.

Dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar  Rp111.000 per bulan untuk pelanggan R2, dan Rp346.00 per bulan untuk pelanggan R3.

Sementara pelanggan pemerintah P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA dan P3 tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 menjadi Rp1.699,53 per kWh. Dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp978.000 per bulan untuk pelanggan P1, dan Rp271.000 per bulan untuk pelanggan P3.

Baca juga
Brankas Negara Tiris, Pemerintah Kemplang Utang Rp109 Triliun ke PLN dan Pertamina

Sedangkan pelanggan pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVA, tarifnya disesuaikan dari
Rp1.114,74 menjadi Rp1.522,88 per kWh. Dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp38,5 juta per bulan. [ikh]

Tinggalkan Komentar

×