Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Di Depan Peserta IPOC-2022, Menko Airlangga Sampaikan Kabar Gembira

Kamis, 03 Nov 2022 - 21:38 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto buka IPOC 2022 di Nusa Dua, Bali.

Di depan peserta Konferensi Minyak Sawit Dunia atau Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2022, Menko Perekonomian Airlangga menyampaikan kabar gembira. Negara ASEAN-5 dipastikan bebas dari resesi ekonomi 2022-2023.

Menko Airlangga bilang, anggota ASEAN-justru akan menikmati pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi (booming) disertai dengan tingkat inflasi yang relatif moderat. “Kondisi tersebut memungkinkan peningkatan konsumsi minyak sawit di kawasan. Baik untuk oleofood, maupun melalui ekspansi domestik dan untuk substitusi bahan bakar fosil maupun petrokimia yang semakin mahal secara global,” papar Menko Airlangga saat membuka IPOC 2022 di Nusa Dua, Bali, Kamis (3/11/2022).

Menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, kenaikan harga minyak mentah pada 2022-2024, menyebabkan produk turunan seperti petrokimia, menjadi lebih mahal. “Oleh karena itu, upaya substitusi bahan bakar fosil dengan biodiesel sawit, green fuel lainnya, dan petrokimia dengan oleokimia berbasis sawit merupakan strategi yang akan membuat industri sawit lebih layak di tengah krisis. Hingga tahun 2022, Indonesia masih menerapkan B30. Saat ini, Harga Indeks Pasar (HIP) Biodiesel lebih rendah daripada HIP Solar,” kata Menko Airlangga.

Baca juga
Tak Hanya Ganjar, Pendukung Puan Jadi Capres Juga Bakal Kena Sanksi 

Untuk mengatasi kenaikan harga minyak goreng yang dipicu biaya produksi, Menko Airlangga mengatakan, strategi yang dapat diterapkan, yakni mengganti sebagian minyak goreng dengan minyak goreng merah. “Indonesia memiliki prevalensi stunting yang tinggi dengan 7,4 juta anak di bawah 5 tahun (30%) mengalami stunting,” tuturnya.

Dikatakan bahwa minyak goreng merah bisa menjadi solusi untuk pemenuhan kebutuhan minyak goreng dalam negeri, sebagai jenis minyak nabati baru berbasis pengolahan alami. Produknya lebih bergizi sekaligus mengembangkan usaha kelapa sawit rakyat skala menengah.

“Indonesia juga membutuhkan bisnis untuk merangkul triple bottom line yakni sosial, lingkungan, dan keuangan, termasuk melalui sektor perkebunan khususnya kelapa sawit. Mari para stakeholder bekerja sama dan berkomitmen untuk mencapai tujuan tersebut dan tangguh dalam melalui krisis global ini,” pungkas Menko Airlangga yang hadir secara daring.

Baca juga
Menko Airlangga Apresiasi Penggunaan Produk Lokal PLN Bisa Lampaui Target

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Presiden Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Gubernur Kalimantan Timur, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, dan para undangan lainnya.

Tinggalkan Komentar