Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Di Hadapan Jokowi, Ketum Muhammadiyah Soroti Pemilu 2024 dan Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 19 Nov 2022 - 13:49 WIB
Img 20221119 Wa0004 (1) - inilah.com
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (ketiga dari kanan) dan Presiden Jokowi (keempat dari kanan) dalam pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/11/2022). (Foto: setkab.go.id)

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyoroti soal Pemilu 2024 dan upaya menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Dia menyampaikan hal itu dalam pembukaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah yang turut dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/11/2022).

Menurut Haedar, para kontestan yang akan berkompetisi dalam Pemilu 2024 harus berkomitmen tinggi dalam melindungi dan mensejahterakan rakyat sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Memastikan mampu melindungi segenap bangsa dan Tanah Air Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana dideklarasikan oleh para pendiri Indonesia,” kata Haedar.

Obligasi Moral Tinggi

Ia menjelaskan, semua hal itu bisa dicapai apabila pihak-pihak yang bertarung di pemilu memiliki obligasi moral tinggi dengan tujuan menjadi pemimpin dan wakil rakyat yang berjiwa kesatria Pancasila.

Baca juga
2023 Tahun Politik, Rawan Korupsi

“Yakni menjadi para negarawan yang mempraktikkan nilai-nilai luhur pancasila, dalam berbangsa bernegara di dunia nyata sekaligus membawa Indonesia ke perwujudan cita-cita mulia,” kata Haedar melanjutkan.

Haedar juga mengingatkan tentang pentingnya menjadi suri tauladan dan menjauhi permusuhan.

“Menjadi suri tauladan dalam menempatkan kepentingan Indonesia di atas kepentingan diri, koloni, dan golongan sendiri sekaligus menjadi perekat persatuan Indonesia,” jelasnya.

“Serta menjauhi sikap saling membenci, dan memusuhi yang membawa pada perpecahan bangsa dan merugikan masa depan bangsa Indonesia,” ujar Haedar menambahkan.

Selain itu, para elite Indonesia yang mengikuti proses pemilu 2024 turut diharapkan apat menjadikan agama sebagai sumber nilai moral dan spiritual.

Baca juga
Angka Kasus COVID-19 Melonjak, Musra di GBK Malah Bikin Kerumunan

“Yakni meletakkan politik dan kekuasaan sebagai jalan utama berhikmat sepenuhnya bagi kejayaan Indonesia. Letakan pemilu dan seluruh proses berbangsa bernegara dalam sisi yang luas, memajukan Indonesia sebagai diperintahkan oleh konstitusi,” sambungnya.

Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 diselenggarakan di Surakarta, Jawa Tenga dan akan berlangsung selama dua hari mulai hari ini Sabtu (19/11/2022) hingga Minggu besok (20/11/2022).

Pada pembukaan Muktamar, Presiden Jokowi turut memberikan sambutan. Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 itu juga dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ketua DPR RI Puan Maharani dan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara. Menteri yang terlihat hadir antara lain Menteri Koordinator (Menko) Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi. Tampak pula Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Ketua Komisi Yudisial (KY) Mukti Fajar Nur Dewata, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Tinggalkan Komentar